“Lelang Keperawanan Rp 2 Milyar” Pengacara Taufik MD Adukan Selebgram Sarah Salsabila ke Polisi

“Lelang Keperawanan Rp 2 Milyar” Pengacara Taufik MD Adukan Selebgram Sarah Salsabila ke Polisi

Sindikat Post, Surabaya – Selebgram Sarah Salsabila
atau Sarah Keihl pada hari Rabu (20/5/2020) malam mengunggah video di akun Instagram miliknya @sarahkeihl. Dalam video unggahan itu, Sarah Salsabila melelang keperawanannya mulai dengan harga Rp 2 Milyar.

Disampaikan di dalam video, ia melelang keperawanan karena dirinya peduli dengan Covid-19. Dan hasil  dari lelang keperawanannya akan disumbangkan dan di donasikan 100 persen kepada pejuang Covid-19 dan semua yang membutuhkan.

Ket: Pengacara Moh Taufik MD, S.I.Kom, S.H., M.H.

Walaupun unggahan video telah dihapus beberapa saat setelah diunggah, namun banyak yang sudah mengupload video tersebut. Dan terkait video yang telah diunggahnya walupun sudah dihapus, Pengacara muda Moh Taufik MD, S.I.Kom., S.H., M.H., dari Lembaga Bantuan Hukum Forum Aspirasi dan Advokasi Masyarakat (LBH FAAM) berkantor di jalan Demak Surabaya mengadukan atau melaporkan Sarah Salsabila atau Sarah Keihl ke Polda Jatim.

Ket: Surat Tanda Terima Pengaduan

Moh Taufik berpendapat bahwa apa yang diperbuat Sarah Salsabila diduga melanggar UU ITE terkait pelanggaran kesusilaan.

“Selebgram dengan akun Instagram @sarahkeilh yang dikenal dengan nama Sarah Salsabila diduga telah melanggar UU ITE
terkait tindak pidana kejahatan tetang
mendistribusikan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang
melanggar kesusilaan pasal pasal 27 ayat (l) UU ITE, yang berbunyi, Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan
dan/ atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang
memiliki muatan yang melanggar kesusilaan,” tutur Moh Taufik, Jumat  (22/5/2020) malam.

“Ancaman pidana terhadap pelanggar diatur dalam Pasal 45 ayat (1) UU 1912016, yaitu Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/ atau mentransmisikan dan/ atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/ atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana
penjara paling lama 6 (enam) tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar,” tambahnya.

“Juga Pelarangan penyebarluasan muatan pornografi, termasuk melalui di internet, diatur
dalam Pasal 4 ayat (l) UU Pornografi, yaitu Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan,
menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan,
menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat persenggamaan termasuk persenggamaan yang menyimpang, kekerasan seksual, masturbasi, onani, ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan, alat kelamin atau pornografi anak,” tambahnya.

“Pelanggaran pasal 4 ayat (l) UU Pornografi dapat diancam pidana  sebagaimana diatur dalam
Pasal 29 UU Pornografi yaitu
Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan,
menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan,
menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (l) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan/ atau pidana denda paling sedikit Rp 250 juta dan paling banyak Rp 6 miliar,” ungkap Moh Taufik.

“Bahwa Sarah Salsabila membuat sebuah video yang di unggah di akun IG nya dengan judul Bismillah Lelang Keperawanan dengan isi video menawarkan keperawanannya,
yang di unggah sekitar tanggal 20 Mei tengah malam. Tetapi setelah viral dan ribuan warganet
menonton, paginya video tersebut di hapus oleh dirinya,” tambah Moh Taufik.

“Faktanya di temukan hasil komunikasi DM yang juga viral, bahwa tindakan tersebut hanya settingan dengan mengatakan Engagement. Sedangkan dalam teori komunikasi istilah Engangement di kenal dengan komunikasi interaksional, maka yang di
harapkannya umpan balik dari pesan tersebut. Jadi disini sangat jelas dan sempurna, bahwa Sarah Salsabila dalam membuat video merupakan tindakan di sengaja dengan membuat konten yang melanggar norma kesusilaan dengan alasan Covid-19,” tambahnya.

“Dari pengaduan atau laporan yang kami buat, agar pihak Kepolisian untuk segera menindak terhadap Sarah Salsabila sesuai dengan hukum yang berlaku di negara kesatuan Republik Indonesia, demi kepastian dan keadilan hukum,” pungkasnya.

Dari pantauan awak media, surat pengaduan atau pelaporan pengacara Moh Taufik MD diunggah di akun instagram lambe_turah pada Minggu (22/5/2020) sekira pukul 21.00 Wib. @red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *