Talk Show Live Streaming “Pelayanan BKKBN Jatim Ditengah Pandemi Covid – 19”

Talk Show Live Streaming “Pelayanan BKKBN Jatim Ditengah Pandemi Covid – 19”

Sindikat Post, Surabaya – Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan acara Talk Show Live Streaming on You Tube di studio kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim jalan Airlangga No.31-32 Surabaya. Selasa (19/5/2020).

Dalam acara talk show dipandu oleh Maria Agustina Mamahit dari WePro Communication menghadirkan dua nara sumber yakni Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Jatim Drs Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., dan Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Alexander Rubi Satyoadi, S.E., M.E., CFE., CFrA., QIA.

Ket : Pak Teguh Kaper BKKBN Provinsi Jawa Timur

Acara yang bertemakan Pelayanan Keluarga Sejahtera di Tengah Wabah Covid – 19 Demi Terwujudnya Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) mengulas tentang pelayanan BKKBN Jatim dimasa pandemi.

Dalam kesempatan itu, pak Teguh, panggilan akrab Kaper BKKBN Provinsi Jatim menjelaskan dampak situasi Covid – 19 pada program kerja BKKBN Jatim.

“Pandemi Covid-19, kita harus patuhi kebijakan pemerintahan dalam pencegah penyebaran Covid – 19. Kebijakan pemerintah antara lain stay at home, membuat masyarakat tidak datang ke faskes Pusyangatra, sehingga drop out peserta KB naik secara signifikan. Dan aspek pembangunan keluarga, kegiatan balita turun 50 persen karena kebijakan pemerintah dalam pencegahan penyebaran  Corona menerapkan social distancing dan physical distancing,” ungkap pak Teguh.

Ket : Kaper BPKP Jatim, Alexander Rubi Satyoadi, S.E., M.E., CFE., CFrA., QIA.

“Yang kita kuatirkan jika banyak drop out KB, akan ada kehamilan tidak diinginkan, dan terjadi fenomena BabyBoom.  Kehamilan tidak diinginkan resiko tinggi terhadap ibu yang hamil dan terhadap bayi dalam kandungan. Dan akan terjadi Stunting,” tambah pak Teguh.

Pak Teguh juga menjelaskan langkah pencapaian program Banggakencana dimasa pandemi Covid – 19.

“Dalam pencapaian target program, kita ikuti arahan kebijakan pemerintah dalam penanggulangan penyebaran Covid – 19. Sehingga kita mengambil beberapa langkah kebijakan antara lain, pertama melakukan kampanye ke masyarakat agar tidak putus KB, kedua kampanye tunda kehamilan sampai dengan Pandemi Selesai. Karena masa hamil muda kondisi tubuh lemah bisa rentan terserang virus Covid – 19, ketiga, sarana prasarana (APD) yang dibutuhkan bidan kita siapkan,” ungkap pak Teguh.

“Yang keempat adalah melakukan kegiatan Rabu berbagi yang dilaksanakan serentak di Jawa Timur. Sambil berbagi sekalian memberitahu masyarakat jangan lupa ber KB, kelima memanfaatkan teknologi untuk kampanye KB dan koordinasi dengan penyuluh KB,” tambahnya.

Terkait Refocusing anggaran dan tantangan pelayanan dalam situasi Corona, pak Teguh menjelaskan,

“Ada perubahan kerja dalam tubuh BKKBN Jatim sesuai anjuran pemerintah terkait stay at home sehingga kita terapkan work at home bagi pegawai. Jangan gunakan prinsip mumpung. Integritas tetap menjadi budaya kerja kita. Akuntabilitas melayani publik dengan baik sebagai upaya kita, dan sebagai sistem  pengendalian internal kita. work at home bukan liburan, tapi kerja harus lebih berinovasi. Alam mendidik kita untuk berubah, bekerja secara efektif, dan publik dilayani secara baik,” ucap pak Teguh.

Dikesempatan itu, Kaper BPKP Alexander Rudi Satyoadi menjelaskan tentang Zona Integritas (ZI) WIlayah Bersih Birokrasi dan Melayani (WBBM).

“Instansi pemerintah menfokuskan kegiatannya bagaimana cara mempercepat penanganan Covid – 19. Hal itu sesuai Inpres no 4 tahun 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta PBJ dalam rangka Percepatan Penanganan COVID-19. Fokus kegiatan prioritas,  jadi  kegiatan tidak ada hubungan dengan covid dikurangi,” ungkapnya.

“Pengadaan barang dan jasa harus berkaitan penanggulan Covid – 19. Kerja target harus sesuai harapan. Dalam mewujudkan Zona Integritas jangan menggunakan anggaran yang sudah sedikit di gunakan untuk hal lain. Pemerintah beri target dan harus tercapai walaupun dalam keadaan sekarang,” ungkapnya.

“Kita tahu korupsi di Indonesia masih tinggi, sesuai Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Kita terakhir IPK 40 dan target kita naik ke IPK 45. Bagaimana kita melawan korupsi adalah membangun tata kelola yang baik, produktif dan efektifitas dan harus mempunyai integritas yang tinggi,” pungkasnya.

Di penghujung acara, pak Teguh menyampaikan, “Refocusing anggaran tidak mempengaruhi target pencapaian BKKBN Jatim. Dengan penggunaan daring, teknologi informasi, bisa lebih efesien dalam anggaran, yang semestinya rapat mengeluarkan anggaran, kini bisa ikuti rapat secara online dirumah masing – masing dan menjangkau lebih luas. Intinya untuk mencapai WBBM, Integritas dalam bekerja harus ditingkatkan dan jangan kendor,” pungkas pak Teguh. @red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *