Merasa Dirugikan, Indah Meminta Haknya Kepada Inge

Merasa Dirugikan, Indah Meminta Haknya Kepada Inge

Sindikat Post, Surabaya – Karena merasa dirugikan, Indah penyewa lahan PT Asuransi Jiwasraya di jalan Jawa no 16 Surabaya akan menempuh jalur hukum terhadap mitra kerjanya bernama Inge, apabila Inge tidak kooperatif mengembalikan haknya.

“Dalam waktu dekat, pengacara saya akan layangkan surat Somasi, agar Inge bisa menyelesaikan persoalan ini, jika Inge tidak menggubris, saya akan menempuh jalur hukum,” ungkap Indah, Senin (11/5/202) sekira pukul 14.45 Wib.

Dalam kesempatan ini, Indah menceritakan kronologi awal terjadinya kerjasama antara dia dan Inge.

Berawal dari surat perjanjiaan Kesepakatan Penggantian Biaya Sewa yang dibuat Indah dan Inge yang ditandatangi pada tanggal 1 Nopember 2016, atas properti jalan Jawa 16 Surabaya dengan jangka waktu 5 tahun yang mana Indah sebagai pemegang hak sewa dari PT Asuransi Jiwasraya dan Inge sebagai pihak pengganti biaya sewa.

Inge sebagai pihak kedua memberikan shering profit kepada Indah sebagai pihak pertama sebesar 10 % setiap bulan dari omset bersih usaha dilokasi sewa menyewa (Java Store) yakni tenant-tenant makanan.

“Saya dikasih shering profit sebesar Rp 5 juta setiap bulannya selama tahun 2016 – 2018, tetapi sejak tahun 2019 sampai sekarang Inge tidak kasih shering profitnya. Sebenarnya saya tahu kalau omset Java Store setiap bulan itu besar, tapi saya hanya dikasih Rp 5 juta, tetapi saya diam saja,” ungkap Indah.

“Yang lebih mengherankan, bangunan dibagian atas, di sewakan Inge ke pihak lain sebesar Rp 160 juta dengan perjanjian yang dibuat Inge dan penyewa menyebutkan bahwa Inge pemilik porperty, ini bohong karena properti itu milik PT Jiwasraya yang saya sewa. Dan perjanjian itu tanpa sepengetahuan saya, dan uang sewa dipegang Inge. Dan saya tanya terkait uangnya, Inge bilang hitungan akhir tahun saja, akan tetapi sampai detik ini tidak ada hitungan sama sekali. Padahal bangunan bagian atas itu tidak termasuk di Java Store, yang semestinya uang sewa itu dibagi dua dengan saya,” tambah Indah.

“Dan terakhir canopi dibongkar tanpa sepengetahuan saya, saya wa dan telpon tidak diangkat, itu yang membuat saya geram. Saya akan tempuh jalur hukum terkait hak saya, dia harus bayar apa yang menjadi hak saya, jika dia bayar akan saya sumbangkan ke panti asuhan,” pungkas Indah.

Ada hal yang miris terlihat ketika awak media mendatangi lokasi jalan Jawa, didalam lokasi itu, ada  penyewa untuk potong rambut yang sewa selama 4 bulan, setiap bulannya bayar sebesar Rp 1,6 juta kepada Inge, akan tetapi fasilitas mesin sanyo untuk potong rambut dicabut sama Inge, hal itu membuat penyewa yang bernama pak So merasa sedih.

“Kondisi Corona sepi potong rambut, dan sanyo untuk fasilitas malah di cabut, untung bu Indah membelikan lagi mesin sanyo, dan memperbolehkan saya sewa sampai bulan Juli tanpa bayar,” ucap pak So.

Terkait permasalahan ini, awak media mencoba menghubungi Inge melalui WhatsApp, Senin (11/5/2020) pukul 15.22 Wib, tetapi sampai berita ini dinaikan tidak ada jawaban. Awak media akan melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait akan permasalahan ini. @red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *