Secara Senyap, Boy Ard Bantu Orang Cacat Miskin di Surabaya

Secara Senyap, Boy Ard Bantu Orang Cacat Miskin di Surabaya

Sindikat Post, Surabaya – Kebahagian harus dibagi dengan semua orang, rejeki harus dibagi dengan orang yang membutuhkan. Hal itu yang melandasi seorang pengusaha yang tidak mau dipublish namanya, sebut saja bapak Boy Ard, warga Surabaya, yang selalu membantu sesama khususnya orang cacat yang miskin.

Saat ditemui awak media di wilayah Pakis Surabaya, dan saat berbincang – bincang. Dari penilaian awak media, beliau mempunyai tutur kata yang lugas dan tegas, tetapi mempunyai kerendahan hati, dan tidak suka pamer.

Khusus di Surabaya banyak yang dibantu beliau. Orang yang dibantu beliau adalah orang cacat yang miskin, karena penilaian beliau, orang cacat yang miskin tidak bisa berbuat apa – apa, makanya perlunya orang dermawan yang tergerak hati untuk membantu mereka.

“Saya hanya hamba Allah, yang diberi kesempatan membantu orang cacat yang miskin, saya ga mau pamrih apa – apa, ini berjalan karena keikhlasan, bukan yang lain,” ujar Bapak Boy Ard, Minggu (29/3/2020).

“Saya mempunyai team khusus yang melakukan survey langsung di lapangan, khususnya di Surabaya. Team itu yang mencari orang – orang cacat yang miskin, karena saya membantu fokus di mereka, karena orang cacat yang miskin, makan sehari – hari tidak mampu, kasihan mereka,” tambahnya.

“Setiap orang saya kasih 5 kg, 10 kg, atau pun 25 kg beras, itu tergantung dari kondisi mereka. Saya pribadi merasa sedih, melihat langsung keadaan mereka, pernah saya temui disalah satu keluarga, tidak bisa makan, mereka makan tikus, itu Benar terjadi,” ungkapnya.

“Semestinya Pemkot Surabaya peduli, mulai dinas sosial, kecamatan, kelurahan jangan tutup mata terkait orang cacat yang miskin itu. Mereka itu ada ditengah – tengah kita. Saya ada data semua terkait mereka,” tambahnya.

“Saya membantu dengan iklas, saya tidak mengharapkan imbalan, tetapi saya yakin dengan berbagi dengan sesama tidak akan membuat saya miskin. Sudah hampir 12 tahun saya melakukan hal itu. Saya sangat dibantu dengan team yang berjalan senyap mencari data dan menyalurkan bantuan ke orang – orang cacat yang miskin itu,” tambahnya.

“Dari data saya, setidaknya rata – rata di kelurahan kota Surabaya ada sekira 15 orang cacat yang miskin, pemerintah kota semestinya membantu mereka,” imbuhnya.

“Intinya saya hanya hamba Allah yang diberi rejeki untuk membantu mereka yang cacat miskin, saya berharap banyak pihak juga peduli dengan mereka, yang membantu tanpa pamrih,” pungkasnya.

Dari data dan informasi yang didapat dilapangan, bapak Boy Ard memang berjalan senyap dalam membantu yang cacat dan miskin. Hal itu bisa menjadi contoh bagi yang mampu untuk ikut tergerak hatinya membantu sesama yang membutuhkan.

Diakhir pembicaraan beliau berpesan, jika ada warga yang mengetahui keberadaan orang cacat yang miskin, bisa memberi data ke redaksi media ini berupa foto kopi KSK dan KTP, dan bisa diserahkan ke orang kepercayaan beliau untuk didata dan diberi bantuan beras. @red

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *