Perkara Karhutla, Pengacara Terdakwa Dul Ketem Nyatakan Saksi Dihadirkan Jaksa Menguntungkan Kliennya

Perkara Karhutla, Pengacara Terdakwa Dul Ketem Nyatakan Saksi Dihadirkan Jaksa Menguntungkan Kliennya

Sindikat Post, Bangka – Sidang Perkara dugaan tindak pidana pembakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan para terdakwa Abdullah alias Dul Ketem dan Suherman yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Kabupaten Bangka, pada hari Senin (24/2/2020) lalu, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, para penasehat hukum terdakwa yang terdiri dari Budiono, SH., Firdaus Djuwaid, SH., dan Glen Felix Simorangkir SH., menyatakan bahwa saksi yang dihadirkan JPU menguntungkan klien mereka.

Kuasa hukum terdakwa, Glen Felix Simorangkir menjelaskan, “Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Fatimah, SH., MH., dengan hakim anggota Arif Kadarmo SH., dan Dewi Sulistiarini., SH., MH., dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka, Rizal Purwanto, SH., MH., dan Pengki Irawan, SH., MH., dalam agenda mendengarkan keterangan saksi sangat menguntungkan klien kami,” ungkapnya. Selasa (25/2/2020).

“Dalam persidangan, tidak ada satupun saksi dari JPU yang menyatakan berada di lahan kebun terdakwa Abdullah alias Dul Ketam. Itu merupakan api yang ada di hutan bersebelahan dengan lahan terdakwa Abdulah. Jadi masing masing berdiri sendiri, sehingga api yang berada di hutan itu posisinya dari hutan menuju kebunnya terdakwa (red-Abdulah),” ujar Glen.

“Saksi fakta dari anggota Polsek Merawang, Iptu Cecep Setiadi saat ditanya soal izin yang dimiliki Abdullah oleh majelis hakim, justru ia sendiri tidak pernah melihat, atau memeriksa dokumen yang dimiliki oleh terdakwa Abdullah. Justru keterangan dia disitu bahwa menyebutkan Abdullah merupakan tokoh masyarakat yang berjasa di situ,” tegas pengacara ibukota ini.

“Keberadaan lahan kebun yang dimanfaatkan oleh Abdullah membuat masyarakat sekitar itu sejahtera, dan pengelolaannya juga dikuatkan dengan bukti, bahwa pengelolahan lahan hutan produksi itu sudah mendapatkan izin dari gubernur Babel,” ungkapnya.

Dikesempatan itu, Glen juga menegaskan Tidak benar kliennya di periksa tapi hanya  ngobrol-ngobrol saja, terkesan ditangkap di jalan itu tidak ada. “Mereka sangat kooperatif  memberikan informasi, kalau masalah dia meninggalkan lokasi disaat disuruh menunggu karena kelamaan, ya beda lagi urusan,” pungkasnya.

Firdaus Djuwaid SH., salah satu penasehat hukum terdakwa menambahkan, “Jika sebenarnya saksi Cecep dari penyidik Polsek Merawang, dalam persoalan pembakaran hutan sekalipun saksi ini adalah saksi fakta, tapi keterangannya tentang TKP tidak seluruhnya faktual,” ungkapnya.

“Kenapa tidak seluruhnya faktual, karena keterangannya didapatkan dari hasil introgasi, dia tidak melihat secara langsung terdakwa Herman itu membakar lahan perkebunan, yang dia lihat pada saat disana ada tumpukan kayu yang terbakar,” tambah Firdaus.

“Saksi Cecep sendiri tidak tahu sejak kapan tumpukan kayu itu dibakar dan berakhirnya kapan. Makanya si Cecep mengintrogasi David dan Herman. Sekalipun dia saksi fakta di persoalan ini, tapi keterangannya tidak bisa di anggap seluruhnya fakta, karena dia saksi sebagai polisi dan banyak keterangannya justru di peroleh melalui introgasi,” tegasnya.

“Dalam perkara ini kita mestilah jeli dalam menelaah kasus ini. Jadi kita harus bedakan itu, perintah membersihkan lahan dengan perintah membakar lahan. Sekalipun membakar adalah salah satu cara membersihkan lahan, tapi itu bukan cara satu satunya, bisa jadi dengan menimbunnya, atau mengumpulkannya dalam tempat tertentu. Nah faktanya David atau Herman, melakukan pembakaran dengan maksud membersihkan lahan tidak langsung bisa dipersepsikan terdakwa Abdullah memerintahkan untuk membakar lahan, karena yang disuruh oleh terdakwa Abdullah itu untuk membersihkan lahan perkebunan, bukan membakar hutan,” tutur Firdaus.

“Membersihkan lahan itu tidak serta merta kemudian diartikan untuk membakar. Nah, keadaan membakar inilah yang kita gali dalam persidangan,” pungkasnya. @red (Safrudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *