Kader Posyandu Desa Jatireja Mempertanyakan Sisa Dana PMT 2019, Kaur Keuangan Bilang di Silpa

Kader Posyandu Desa Jatireja Mempertanyakan Sisa Dana PMT 2019, Kaur Keuangan Bilang di Silpa

Sindikat Post, Bekasi – Para ibu kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) mendatangi kantor Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Senin (24/2/2020).

Kedatangan mereka bertujuan mempertanyakan anggaran yang belum terealisasi sampai untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kebutuhan anak berusia 0 (nol) sampai dengan 2 tahun.

Kebutuhan tersebut berupa susu yang sudah dianggarkan untuk masing-masing Posyandu, yang berjumlah sebanyak 18 Posyandu oleh pemerintah Desa Jatireja yang menggunakan Dana Desa (DD) tahap 3 tahun 2019 sebesar Rp.94.000.000.00 yang terealisasi baru sebesar Rp.27.000.000.00 tetapi pihak Pemdes Jatireja mengatakan sisa anggaran telah di Silpa.

Dari keterangan salah satu kader Posyandu Desa Jatireja SA mengatakan kepada pihak media bahwa dana PMT sampai saat ini belum terealisasi semua, sedangkan sisa anggaran PMT hanya sebatas janji-janji dari pihak pemerintah desa Jatireja.

“Kita berjuang bukan untuk kita semata, tetapi kita berjuang untuk balita. Setiap kali ditanyakan selalu menjawab dalam proses tetapi belum ada realisasinya, janji dari awal Januari 2020 sampai saat ini belum selesai,” paparnya. Senin (24/2/2020).

SA pun mengatakan pernah juga mendatangi kepala desa Jatireja Suwandi, namun langsung di alihkan kebendahara (Edi) atau kaur keuangan, “Itu juga langsung di alihkan kebendahara,” jelasnya.

Kepala Desa Jatireja saat ingin dikonfirmasi pihak media tidak berada dikantor, sedangkan kaur Keuangan Desa Jatireja Edi saat dikonfirmasi pihak media terkait sisa anggaran PMT yang dimasukan ke Silpa mengatakan, “Karena terkait dengan kegiatan itu kemarin untuk masalah PPN nya itu kemarin, dari pihak penyedia itu untuk PPN ada mis dan kita butuh pelaporan adanya tidak sediaan itu,” terangnya.

Kaur Keuangan Edi menambahkan, “Untuk yang 2019, anggaran yang tidak terserap bukan hanya satu kegiatan, itu ada beberapa kegiatan, ada kegiatan 100% pelaksanaan tetapi secara anggaran keuangan tidak sampai 100%, itu dimasukan ke Silpa. Kalau untuk dana per 31 Desember itu sudah tutup buku, itu juga masuk ke Silpa,” tambahnya.

Perlu diketahui, sesuai yang tertulis di website resmi Kementerian Keuangan Dirjen Perimbangan Keuangan (www.djpk.kemenkeu.go.id) menjelaskan pengertian dari Silpa adalah adalah Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan, yaitu selisih antara surplus/defisit anggaran dengan pembiayaan netto. @surya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *