Para Alumni Penerima Beasiswa Supersemar Mengenang Pak Harto

Para Alumni Penerima Beasiswa Supersemar Mengenang Pak Harto

Sindikat Post, Jakarta – Druang kerja mantan Presiden Soeharto di Gedung Granadi, Jakarta Selatan, Prof Dr Haryono Suyono, selaku Koordinator Peringatan mengenang Presiden RI HM Soeharto, didampingi Ketua Yayasan Supersemar Bapak Subagyo, SH menerima Ketua KMA PBS, mahasiswa mantan penerima beasiswa Supersemar, Bapak HM Suaib Didu dan pengurus lainnya, antara lain Dr. Abidinsyah Siregar, Agus Riyanto, Ratna Dwikora dan pak Yutri.

Kedatangan mereka selain silaturahmi, melaporkan berbagai kegiatan setelah Munas beberapa waktu yang lalu dan rencana membentuk Yayasan yang bertujuan untuk melanjutkan kegiatan-kegiatan yang pernah dilakukan oleh Yayasan Supersemar. 

Dalam menanggapi niat dan program tersebut, Prof. Dr. Haryono Suyono, yang dewasa ini secara kebetulan dipercaya sebagai Ketua Dewan Pakar Menteri Desa PDTT menyambut baik keinginan tersebut karena prioritas pemerintah yang dipimpin oleh Presiden jokowi adalah membangun sunber daya manusia.

Kegiatan Yayasan Supersemar di masa lalu adalah memberikan beasiswa kepada anak-anak yang mebutuhkan dan memiliki otak encer sehingga apabila dapat melanjutkan dan lulus dari pendidikan yang setinggi-tingginya dapat ikut berjuang membangun bangsanya. 

Prof. Dr. Haryono Suyono yang tahun ini mendapat kepercayaan untuk bersama-sama mengkoordinasikan berbagai acara mengenang perjuangan pak Harto selama memangku jabatan sebagai Presiden RI sekitar 30 tahun menganjurkan agar kegiatan PMA PBS di pusatkan utamanya di desa-desa agar bisa membantu meningkatkan potensi sumber daya manusia di desa.

Para lulusan yang sudah mapan diajak ikut serta bersama-sama melanjutkan kegiatan yang telah dirintis oleh Pak Harto melalui berbagai usaha pendidikan mulai dari upaya pada tingkat SD, SMP, SMA dan pengembangan sekolah kejuruan seperti SMK yang menolong anak berbakat tetapi tidak mampu meneruskan ke tingkat pendidikan tinggi. 

Dalam rangka mengenang perjuangan pak Harto para lulusan diajak untuk lebih sering terjun ke desa karena pemerintah dewasa ini sedang getol membangun desa seperti di rintis pada masa pak Harto dengan pembangunan di masa itu yang didukung dengan Inpres IDT untuk 20.000 desa dan Inpres Pembangunan keluarga Sejahtra (inpres PKS) untuk 40.000 desa lainnya.

Dewasa ini hampir 75.000 desa dikembangakan oleh Presiden Jokowi dengan kombinasi kedua Inpres tersebut yang dananya langsung di kirim dan dikelola pada tingkat desa. Prosedurnya dilakukan dengan mengikut sertakan masyarakat desa melalui Rembug Desa yang dipimpin oleh setiap Kepala Desa.

Karena para lulusan adalah hasil gemblengan yang sudah jadi, diharapkan dalam keadaan yang lebih mampu itu memberikan uluran tangan untuk berbagi dengan masyarakat desa. Aapabila sebagai pengusaha bisa melakukan investasi di desa, apabila berprofesi pedagang, bisa menampung hasil olahan produk desa sehingga bisa mempercepat upaya pengentasan kemiskinan dan mengantar keluarga prasejahtera menjadi keluarga yang bahagia dan sejahtera. 

Prof. Dr. Haryono Suyono yang semasa mudanya sampai Pak Harto digantikan oleh Pak Habibie masih memangku jabatan sebagai Menko Kesra/Taskin sangat mengetahui bahwa upaya yang dilakukah pak Harto adalah awal yang sangat strategis dengan membangun SD, SMP, SMA, SMK Inpres dan memberikan beasiswa kepada para mahasiswa. Sehingga kalau para mantan yang sudah mapan menruskan usaha tersebut di desa pasti akan mempunyai makna sebagai kelanjutan yang positif.

Lebih dari itu akan memberikan contoh bahwa pembangunan dari jaman ke jaman, dari satu Pimpinan Presiden kepada Presiden berikutnya adalah suatu kesinambungan untuk seluruh anak bangsa dalam mengantar bangsa ini makin maju dan sejajar dengan bangsa maju [email protected] (hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *