Malahayu Kini Jadi Desa Wisata di Brebes

Malahayu Kini Jadi Desa Wisata di Brebes

Sindikat Post, Surabaya – Desa Malahayu Kabupaten Brebes memiliki waduk yang dimanfaatkan dan dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pokdarwis Geger Halang, mengembangkan kawasan waduk itu menjadi destinasi wisata Malahayu.

Desa Malahayu yang terletak di Kecamatan Banjarharjo, Brebes, Jawa Tengah di perkenalkan relatif dekat dengan Kota Jakarta. Pengembangan itu meliputi inovasi yang menarik di desa itu, yaitu wahana yang bisa dinikmati wisatawan guna mengisi liburannya atau sekedar berekreasi di Desa Wisata Malahayu yang penuh pesona.

Pokdarwis Geger Halang sengaja melakukan terobosan dengan mengusung brand Desa Pelangi. Untuk itu dengan kerja keras, Warga berswadaya mengecat rumah berwarna-warni dan bervariasi dengan warna cerah yang menarik.

Terdapat 178 rumah yang berada di Blok 1 Desa Malahayu yang dicat warna-warni yang harmonis tersebut. Selain dicat warna-warni, kebanyakan rumah di kampung itu digambari bunga atau karakter kartun. Masyarakat Desa Malahayu juga memugar waduk dan membangun wisata taman bunga, sepeda air, dan sepeda gantung. Waduk dengan luas ±944 Ha yang mulai dibangun sekitar tahun 1930-an oleh Kolonial Belanda menjadi tontonan dan tujuan wisata yang makin menarik.

Waduk Malahayu menyuplai air melalui saluran irigasi ke lahan pertanian di sejumlah kecamatan sekaligus Waduk ini menjadi tempat para nelayan mencari ikan. Masyarakat setempat mendirikan warung-warung di sekitar waduk dengan menu kuliner khas Malahayu, termasuk ikan segar yang diperoleh langsung dari waduk dan hanya mati sekali saja, berbeda dengan ikan di Jakarta yang berulang-ulang mati karena di simpan di lemari es atau dikotak dengan pendingin.

Di tempat ini terdapat Wahana wisata taman bunga bernama Bareng-Bareng Maju (BBM) Fantasi Land. Bunga Matahari menjadi ikon objek wisata di tempat Wisata Margahayu tersebut. Lokasi BBM Fantasi Land sebenarnya dulu adalah tempat sampah, tetapi dengan usaha sungguh-sungguh Pokdarwis menyulap tempat sampah yang sangat kumuh itu menjadi objek wisata yang menarik dan  banyak dikunjungi para wisata menjadi daerah kunjungan yang ramai.

Di tempat ini wisatawan bebas mengambil foto, ikut panen biji bunga matahari, maupun jalan-jalan melihat kumpulan monyet yang tingkah lakunya menarik dan manis. Pengunjung juga bisa membeli bibit Bunga Matahari seharga Rp 5.000 atau membeli bunga matahari seharga Rp 20.000 setiap pot.

Untuk lebih menarik pengunjung, Pokdarwis Geger Halang juga menggelar berbagai acara di Desa Wisata Malahayu, seperti pertandingan Voli bekerjasama dengan Kemenpora RI dengan tajuk Malahayu Open Cup 2018. Inovasi itu dilakukan oleh para pemuda desa yang membuat decak kagum beragam kalangan, tidak terkecuali Pemerintah Kabupaten Brebes.

Oleh karena itu Pemerintah kabupaten mendukung gagasan kreatif itu dengan penambahan venue olahraga yang akan membuat Objek Wisata Malahayu makin semarak. Mereka yang merasa terlalu bising di Jakarta atau di tempat lainnya, dipersilahkan istirahat di Margahayu, Brebes dan tidak lupa, kembali dari Brebes bisa membeli oleh-oleh telor asin yang tersedia banyak di Brebes dan sekitarnya. Lebih dari itu makin banyak pengunjung dan berbelanja, diharapkan membantu menurunkan kemiskinan di Kabupaten Brebes. @red (hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *