Warga Lamongan Diduga Ditipu Rp.1 Milyar oleh Oknum Polisi

Warga Lamongan Diduga Ditipu Rp.1 Milyar oleh Oknum Polisi

Sindikat Post, Surabaya – Dugaan kasus penipuan menimpa Tri Suharto warga Lamongan, Jawa Timur terkait penerimaan calon Akpol tahun 2018. Untuk meminta perlindungan hukum dan kepastian hukum Tri Suharto mengadukan kejadian itu ke Propam Polda Jatim pada tanggal 18 Desember 2019.

Tri Suharto saat ditemui awak media menjelaskan kronologi dirinya ditipu oleh Frenky. “Saya mempunyai maksud untuk memasukan anak saya di Akpol, dan saya bertemu dengan ayah dari Gita, mantan murid saya di SMP, dan orang tua Gita menceritakan bahwa ada orang yang bisa memasukan anak saya di Akpol bernama Bripka Frenky,” ungkap Tri Suharto. Kamis (30/1/2020).

“Perkiraan bulan September tahun 2017, saya diantar Gita dirumah Frengki di Asrama Polisi (Aspol) daerah Ketintang Surabaya. Saat ketemu Frenky telah deal untuk masuk ke Akpol kena biaya Rp. 1 Milyar,” lanjut Tri Suharto.

“Dari pertemuan, saya beberapa kali transfer atas nama Frenky ataupun adiknya Frengkiy sampai dengan Rp. 1 Milyar, dan sempat Frenky pinjam uang ke saya Rp 50 juta, dan dikembalikan hanya Rp 10 juta, jadi total uang yang di Frengki Rp 1.050.000.000,” tambah Tri.

“Setelah anak saya tidak lolos, saya tanya di Frenky, dia bilang tenang itu urusan saya, saya akan ke Jakarta, akan tetapi itu hanya janji anak saya bisa lolos Akpol. Dan saya dapat kabar Frenky dipindah di Probolinggo, saya sempat telpon dan kirim pesan akan tetapi tidak dijawab,” ungkap Tri Suharto.

“Saya terakhir bisa komunikasi sama Frenky tahun 2018, dan karena tidak ada kepastian dan komunikasi ke Frenky akhirnya saya mengadu ke Propam Polda Jatim, Saya minta tolong kepastian hukum atas peristiwa yang menimpa saya,” pungkas Tri Suharto.

Perlu adanya langkah langkah darinpihak kepolisian agar kasus ini terkuak, supaya citra polisi tidak tercoreng oleh oknum oknum nakal. @red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *