Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani Anugerahkan “Pahlawan International pada Sosrokartono”

Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani Anugerahkan “Pahlawan International pada Sosrokartono”

Sindikat Post, Jakarta – Presiden the World Peace Committee 202 Negara (www.twpc202.org) HE Mr Djuyoto Suntani, atas nama Masyarakat International 202 Negara, menganugerahkan Gelar “Pahlawan International” kepada Tokoh hebat Asal Nusantara yang kakak kandung RA Kartini, yaitu Raden Mas Panji Sosrokartono.

“Beliau orang Hebat Nusantara, Orang Nusantara Pertama yang kuliah di Eropa. Satu satunya penterjemah Liga Bangsa Bangsa (LBB), Wartawan paling Hebat pada Perang Dunia Pertama,” Jelas Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani dari Kualalumpur, Malaysia (29/1/2020).

Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani mengakui ajaran Sosrokartono banyak menginspirasi dirinya sampai dipercaya dan dihormati masyarakat international pada 202 Negara seperti seperti sekarang. “Bahkan saya menciptakan Kendi Pancasila yang Saya sumbangkan ke Mabes Polri, Istana Negara, Gedung MPR/DPR RI karena terinspirasi Sosrokartono. Kebetulan saya dengan beliau sama sama lahir di Jepara Jawa Tengah,” Jelas Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani.

Sertifikat Penghargaan RMP Sosrokartono sebagai “Pahlawan International” diberikan pada juru kunci makam Sostrokartono di Kudus Jawa Tengah Indonesia, ketika Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani berkesempatan ke Jawa Tengah Indonesia.

Diambil dari sumber Indonesia Tempo dulu, bawah Ini profil singkat RMP Sosrokartono. Anak Bangsa yang Mendunia namun jarang dikupas kisah hidup dan keteladanannya. Si Jenius dari Jepara yang tersembunyikan dan disembunyikan dari sejarah bangsa. Sang pahlawan jenius bersahaja, tersembunyi dan yang disembunyikan.

Kartono, nama lengkapnya
RM Panji Sosrokartono, lahir 1877. kakak kandung RA Kartini.1898, pribumi pertama yang kuliah di luar hindia-belanda, laiden. cerdas, kesayangan para dosen. bisa 27 bahasa asing dan 10 bahasa nusantara.

Pangeran ganteng, pinter, gaul, anak orang kaya, terkenal, dan merakyat. hayoo kurang apa lagi si cowo keren ini. cewe2 eropa nyebut si Sosrokartono, “de mooie sos.” (Sos yang ganteng).

Bule Eropa & Amerika sebut dia dengan hormat, ‘de javanese prins’ (pangeran jawa). pribumi memanggil Kartono aja.

1917, jadi wartawan perang dunia1 koran Amerika, the New York Herald, cab. Eropa. test masuk nya, memadatkan artikel bahasa Perancis sejumlah 30 kata dalam 4 bahasa (Inggris, Spanyol, Rusia, Perancis). Kartono lulus dengan 27 kata, para bule asli lebih dari 30 kata.

Sebagai wartawan perang, ia diberi pangkat mayor oleh sekutu, tapi nolak bawa senjata.  “Saya tak nyerang orang, karena itu saya pun tak akan di serang. jadi apa perlu nya bawa senjata ?,”
ahli diplomasi yang hebat.

Ia gemparkan Eropa, America dengan artikel perundingan Jerman & Perancis yang rahasia, tertutup, dalam gerbong kereta api, tengah hutan, dijaga sangat ketat. semua wartawan cari informasi. Koran New York Herald telah memuat hasil perundingan tersebut.

1919 jadi penterjemah tunggal di Liga Bangsa Bangsa.

1921, LBB jadi PBB. Ia ketua penterjemah untuk segala bahasa. kalah kan para poliglot bule Eropa, Amerika.

1925 pangeran Sos pulang ke tanah air. Ki Hajar Dewantara angkat dia jadi kepala sekolah menengah di bandung.

Rakyat berjejal temui si pintar ini, tapi minta air & doa. aneh nya banyak yang sembuh. maka antrian pun makin banyak termasuk bule bule Eropa. akhirnya beliau dirikan klinik Darussalam.

Pernah sembuhkan anak eropa hanya di sentuh-sentuh, dihadapan para dokter yang angkat tangan. si anak sembuh hitungan detik.

Ia juga pernah memotret kawah gunung dari udara. hebatnya tanpa pesawat. Ssoekarno muda sering diskusi dengan nya. Bung Hatta sebut beliau orang jenius. Rrumahnya berkibar bendera merah putih. tapi Belanda, Jepang, dan sekutu seolah tak peduli, orang lain pasti dihajar.

1951 wafat di Bandung, dikebumikan di makam Sedo Mukti, Desa Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah di samping makam kedua orang tuanya Nyai Ngasirah dan RMA Sosroningrat. Tidak punya apa apa, rumah pun kontrak. padahal sebagai bangsawan & cendekiawan ia bisa hidup mewah.

Orang orang  tidak temukan pusaka dan jimat di rumahnya. harta nya hanya kain bersulam huruf ALIF. Nnisannya tertulis: Sugih tanpa bondo. Ddigdaya tanpa aji.

Beliau wartawan, tapi tidak pernah singgung namanya. Beliau tokoh pendidikan tapi guru seolah lupa nama nya. Sang Alif, Alif sak jeroning Alif.

Semoga bermanfaat dan kita bisa belajar banyak dr kisah hidup dan keteladanan RM Panji Sosrokartono. @red

*)sumber : Indonesia tempo dulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *