Berusaha Terbaik, CV Yuda Tama Art Penyalur Bansos BPNT Kecamatan Gayam, Sumenep

Berusaha Terbaik, CV Yuda Tama Art Penyalur Bansos BPNT Kecamatan Gayam, Sumenep

Sindikat Post, Sumenep – Semenjak di gulirkannya Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Sumenep Jawa Timur di Akhir bulan Desember 2019 lalu. Diduga banyak persoalan yang timbul dari ketepatan sasaran, jumlah, waktu, dan kualitas beras. Hal ini terjadi hampir di setiap desa di Sumenep.

Permasalahan serupa itu juga merambah kesejumlah titik kepulauan di kabupaten Sumenep, utamanya di pulau Sapudi yang terdiri dari 2 Kecamatan, yakni Kecamatan Gayam dan Kecamatan Nonggunong.

Karena permasalahan ini para aktivis kepulauan mendatangi Dinas Sosial Sumenep pada hari Kamis (2/1/2020). Maksud kedatangan Aktivis itu melaporkan segala bentuk permasalahan yang terjadi. Pengaduan tersebut langsung diterima Plt. Kadinsos Koesman Hadi diruang kerjanya.

Sementara itu Awak media mengkroscek langsung kelapangan bersama Latifa pemilik CV Yuda Tama Art sebagai suppleir di Kecamatan Gayam mengenai laporan para aktivis Sapudi. Adapun laporan itu adalah pertama kartu KKS yang diminta dikumpulkan ke kepala dusun, kedua mutu beras yang tidak sesuai, ketiga keterlambatan waktu, dan terakhir penggesekan KKS sampai 4 kali di sejumlah e-warung.

Terkait Kualitas beras, menurut Latifa hal itu sudah di informasikan, bahkan didepan forum kecamatan bulan Desember yang lalu sudah disampaikan kualitas kalau tidak sesuai segeralah e-warung menolak dan kembalikan.

“Saya sudah seringkali sampaikan kalau beras medium itu tidak sesuai, segeralah tolak dan kembalikan ke suppleir,” ungkap Latifa. Minggu (5/1/2020)

Latifa mengakui ada beberapa e-warung yang telah mengembalikan dan telah diganti lagi dengan yang lebih baik. Karena hanya sebagian kecil saja yang dipersoalkan, sekitar dua kuintal. Dan itu wajar karena beras yang harus disuplai sekitar 180 ton. Untuk alokasi empat bulan.

“Saya sudah berusaha untuk yang terbaik memenuhi tanggung jawab, dan beras yang mutunya kurang baik itu telah dikembalikan ke kami dan sudah diganti,” ungkap Latifa.

“Dan mengenai ada KKS di gesek 4 kali, saya tidak tahu karena itu ranahnya e-warung dengan bank Mandiri. Tugas saya hanya menyalurkan jenis bantuan,” tambahnya.

“Insya Allah saya untuk Kecamtan Gayam pinginnya yang terbaik, kedepannya mari kita bersama-sama kawal program ini dengan baik,” pungkas Latifa.

Saat ini UD Yuda Tama Art telah memenuhi 3 kali penyaluran, tinggal 1 kali penyaluran. Dan terkait keterlambatan itu pihaknya minta ma’af karena penyebabnya adalah faktor cuaca ekstrim yang membuat transportasi laut macet. @ Akh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *