Tiga “Bidadari” Bumdes Tarik Perhatian 1.811 Pemirsa Plengkung Gading

Tiga “Bidadari” Bumdes Tarik Perhatian 1.811 Pemirsa Plengkung Gading

Sindikat Post, Yogyakarta – Selama satu jam Acara Dialog Plengkung Gading yang disutradarai oleh Sari Nainggolan di TVRI Yogyakarta pada hari Rabu, 25 September 2019, berupa Diskusi Pembangunan Desa dan masyarakat Desa yang menampilkan tiga “Srikandi Bumdes” ivu-ibu Pengurus Bumdes dari tiga desa, mewakili puluhan desa di Kabupaten Kulon Progo, ternyata mampu menarik tidak kurang dari 1.811 penonton yang mengirim jawaban benar pada pertanyaan Quis yang diajukan.

Ketiga “Srikandi Bumdes” itu adalah Ibu Tristi Sintawati Direktur Bumdes Jatirejo Lendah, Ibu Samiyati, SE Direktur Bumdes Ngentakrejo Lendah, Ibu Sri Hardani SE Direktur Bumdes Pagerharjo, didampingi oleh Wakil BKKBN Provinsi DIY, Ibu Rohdiana sumiarti S.sos MSc , Kepala Dinas Pemberdayaan Kabupaten Kulon Progo Sudarmanto, Wakil Rektor Universitas Murcu Buana, Dr Ir Bayu Kanetro MP dan Ketua LPPM Universitas Mercu Buana Dr. Awan Santoso, SE, MSc serta puluhan mahasiswa Perguruan Tinggi Mercu Buana yang baru saja melaksanakan kegiatan KKN di Kulon Progo dan daerah lain.

Hadir juga Rustipin Kades jatirejo Lendah, Sumardi Kades Ngentakrejo Lendah, Kokap Lana Kades Kalirejo, dan Sutiyono Pengawas Bumdes Jatiunggul Jatirejo, serta Punggawa Desa dan para penggiat pemberdayaan masyarakat dari beberapa desa di Kulon Progo.

Kehadiran mereka menyaksikan dialog yang sangat menarik bersama para pelaku pemberdayaan masyarakat yang disimak juga oleh ribuan penonton dari wilayah Yogyakarta dan daerah sekitar yang bisa dijangkau oleh siaran TVRI Yogyakarta yang menarik itu.

Para penonton tidak hanya berasal dari Yogyakarta tetapi dari wilayah lainnya, hal itu terlihat ternyata pemenang yang ditarik secara acak dari nomor telpon yang masuk ke TVRI Yogya berasal dari Karang Anyar di Jawa Tengah.

Acara Plengkung Gading yang terkenal itu dibawakan oleh tiga presenter yang salama lebih dari tiga tahun ini selalu menjadi idola penonton, yaitu Haryono Suyono, mbak Siwi Lungit yang cantik dan mas Sudibyo yang pandai melucu, ketiganya memakai pakaian ala Yogyakartga dalam warna menyolok.

Dengan dikawal oleh Dr. Mulyono Daniprawiro dari Damandiri serta Yudha dari Kementerian Desa PDTT membawakan acara dengan gaya santai dan sangat informastif membuat kejutan yang berarti karena yang memberikan jawaban spontan terhadap Quis mencetak rekor baru dengan jumlah penjawab lebih dari 1811 jawaban benar yang terpaksa di hentikan karena waktu siaran mendekati akhir.

Rekor lama tercatat 1600 penjawab benar, yang terjadi beberapa bulan lalu. Pemenangnya berasal dari suatu desa di Karang Anyar, Jateng, jauh dari Yogyakarta yang berhasil dihubungi dengan telpon yang digunakannya untuk mengirim jawaban yang menguntungkan itu, sehingga esok harinya dijanjikan dikirim satu set handphone baru oleh TVRI Yogyakarta sumbangan simpatisan pembangunan desa dan KB yang baik hati.

Ketiga Ibu Pengurus Bumdes itu di antar oleh Kepala Desa dan beberapa Punggawa Desa yang duduk manis diantara penonton dan menjawab pertanyaan dengan tegas bahwa setelah adanya dana desa yang mengalir ke desanya, gairah rakyat membangun desa dan masyarakat desa sangat tinggi.

Menurut Wakil Rektor Mercu Buana, adanya dana desa memungkinkan KKN dengan penemuannya di kemudian hari, seperti olahan singkong menjadi bermacam makanan pokok rakyat dan makanan selingan yang bisa meningkatkan nilai singkong sampai sepuluh duapuluh kali lipat, sehingga bisa menjadi komoditas yang bisa mengantar rakyat bertambah sejahtera.

Karena nilai singkong masih rendah, inovasi mengolah singkong dewasa ini masih harus mendatangkan bahan baku dari luar daerah karena menanam singkong belum dianggap menguntungkan. Harapannya apabila pengolahan singkong bisa dikembangkan sebagai usaha menguntungkan, atau Bumdes yang maju, diharapkan rakyat bisa tertarik menanam singkong sebagai bahan bakunya.

Ibu Rohdiana dari BKKBN sangat menyetujui bahwa usaha dari ibu-ibu Akseptor KB yang bersatu dalam UPPKS dengan berbagai usaha ekonomi produktif dapat menjadi pelopor Unit Bumdes di desanya, sehingga di kemudian hari lebih banyak Unit Bumdes yang dapat dikembangkan agar keluarga desa miskin, atau prasejahtera yang masih ada dengan segera bisa berkembang menjadi keluarga yang lebih sajahtera, dan tidak miskin lagi.

Drs. Sudarmanto sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Kabupaten, yang ditugasi mawakili Bupati karena sedang berada di Jakarta, menegaskan bahwa Dinasnya bertugas memfasilitasi agar berbagai usaha pemberdayaan rakyat dan keluarga di banyak desa dapat disinergikan dengan pengembangan Bumdes sehingga ekonomi kerakyatan yang dikelola bersama oleh keluarga desa dapat membangun ekonomi yang maju dan mandiri.

Kelompok Tani, Kelompok Belajar, UPPK asuhan PKK dan UPPKS asuhan BKKBN serta usaha Posdaya dan masyarakat desa lain atau Koperasi asuhan berbagai lembaga lain, dengan dukungan ribuan mahasiswa KKN dari berbagai Perguruan Tinggi, dianjurkan secara sinergis bergabung dalam suatu kelompok Bumdes yang maju atau Bumdes bersama yang mandiri, serta mengangkat keluarga miskin menjadi keluarga mandiri yang sejahtera.

Topik bahasan malam itu tentang pembangunan desa dan masyarakat desa sungguh menjadi sangat menarik sehingga tdak satupun yang mengira bahwa TVRI masih memiliki penggemar yang tinggi serta memberi perhatian terhadap dialog pembangunan yang aktual.

Perhatian itu juga memberi sinyal kepada TVRI bahwa dialog pembangunan dan informasi pembangunan perlu disebar luaskan melalui TVRI agar segera menjadi perhatian publik dan mendorong partisipasi aktif masyarakat luas. Semoga. @ red (hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *