Pelaku Jambret Maut Kalianak Diringkus Polres Pelabuhan Tanjung Perak

Pelaku Jambret Maut Kalianak Diringkus Polres Pelabuhan Tanjung Perak

Sindikat Post, Surabaya – Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil menangkap A, satu dari dua pelaku jambret yang beraksi di kawasan Kalianak Surabaya, hingga menyebabkan korbannya meninggal dunia, Minggu (28/7/2019). Sementara tersangka lainnya berinisial S menjadi DPO Polres Pelabuhan Perak Surabaya.

Menurut Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto, kedua pelaku curas ini biasa beraksi di kawasan Jalan Perak Barat dan Perak Timur, Kalianak, Margomulyo, Demak hingga Tanjung Sadari.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku yang bertindak sebagai joki ini mengaku sudah 14 kali beraksi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak,” ujar Agus saat ungkap kasus di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (29/7/2019).

“Aksi terakhir yang dilakukan keduanya berlokasi di jalan Kalianak Surabaya pada Kamis lalu. Saat itu kedua pelaku yang selalu menyasar perempuan yang naik motor sendirian, memepet motor korban & merampas tasnya,” ungkap Agus.

“Akibat ulah tersangka, korban terjatuh dari motornya dan mengalami luka parah. Hingga sempat koma dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit, setelah dirawat beberapa hari di RS PHC Perak Surabaya,” tambahnya.

Lebih lanjut Agus menjelaskan jika saat itu, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan foto kedua pelaku di akun sosial medianya. Di foto tersebut, pelaku menyebut dirinya sebagai geng atau kelompok captain 365 di jalanan. Di mana dalam hukum pidana, 365 adalah pasal yang menjerat kejahatan jalanan.

Dari hasil penangkapan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, seperti satu set kempol sepeda motor Suzuki Satria FU yang digunakan tersangka untuk beraksi, helm, tas hitam milik korban, sejumlah ponsel, kartu ATM, serta satu buah baju lengan panjang warna putih.

“Saat ini kami fokus mencari tersangka S yang bertindak sebagai eksekutor dan tersangka BW alias Bondet, yang bertugas menjual barang hasil jarahan kedua pelaku. Sementara tersangka A akan kami jerat Pasal 365 ayat 4 KUHP dengan sanksi pidana maksimal hukuman mati,” pungkas Agus. @juju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *