GPRS Tolak Perubahan Nama Jalan Dinoyo dan Gunungsari Surabaya

GPRS Tolak Perubahan Nama Jalan Dinoyo dan Gunungsari Surabaya

Sindikat Post, Surabaya – Penolakan perubahan nama jalan Dinoyo dan jalan Gunungsari Surabaya kembali dilakukan elemen masyarakat yang bergabung di Gerakan Peduli Rakyat Suroboyo (GPRS). Penolakan dilakukan dengan cara melakukan demo damai didepan pintu masuk balai kota Surabaya. Kamis (16/8/2018) sekira pukul 12.00 WIB.

Dalam aksi yang dijaga puluhan personil dari Polsek Genteng dan dibantu personil Polrestabes Surabaya, satu persatu wakil pendemo melakukan orasi penolakan pergantian nama yang dianggap terlalu dipaksakan.

Ada beberapa point yang disuarakan GPRS dalam aksi demo tersebut, salah satu point adalah pemerintah kota Surabaya harus mengkaji keputusan parnipura DPRD Surabaya yang telah disetujui dan akan menjadi Perda.

Pendemo merasa ada kejanggalan dalam pengambilan keputusan pergantian nama jalan itu. Hal tersebut diungkapkan melalui orasi yang dilakukan salah satu anggota GPRS bernama Marjuki.

“Dalam pengambilan putusan seharusnya melakukan kajian esensi, juridis, filosofis, sosialis dan historis jalan tersebut. Tetapi faktanya esensi yang dipakai adalah surat permohonan walikota Surabaya atas usul gubernur Jawa Timur tanpa dikembangkan juridis, filosofis, sosial dan historisnya.” Teriak Marjuki dengan lantang.

Dari pandangan elemen masyarakat yang tergabung di GPRS ada banyak dampak atas perubahan nama jalan tersebut. Dampak nyata yang dipandang pendemo adalah terkait administrasi kependudukan yang bisa membebani warga Surabaya, serta beban moral kepada generasi penerus, karena jalan Dinoyo dan Gunungsari mempunyai historis tinggi dalam perjuangan. Para pejuang rela meneteskan darah dalam perjuangan kemerdekaan. Sehingga perlu dilestarikan nama jalan tersebut dengan tujuan menghargai jasa pejuang. @red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *