Pelaku Pungli PKL Alun Alun Mejayan di Ancam 9 Tahun Penjara

Pelaku Pungli PKL Alun Alun Mejayan di Ancam 9 Tahun Penjara

Sindikat pots, Madiun – Kasus pungutan liar (pungli) terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang terjadi di alun alun Mejayan kabupaten Madiun di Realese Polres Kabupaten Madiun. Jumat (25/05/2018). Tersangka suwandi (51) tahun wiraswasta (ketua paguyuban pedagang sebilan  muda), Kelurahan Krajan kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun. Telah di laporkan angotanya Dengan laporan polisi : LP/56/IVRES.1.11/2018/JATIM RES MDN 3 April 2018. Tersangka Suwandi telah melakukan tindak pidana pungli terhadap PKL mulai dari tahun 2015 sampai maret 2018.

“AKP Sumantri Kabag Humas Polres Madiun menjelaskan, Tersangka Suwandi ini melakukan tindak pidana pemerasan dengan disertai ancaman, juga penipuan terhadap para PKL dan juga pengelapan uang milik PKL. Atas perbuatanya suwandi di kenakan pasal 368 ayat (1) KUHP dan pasal 378 KUHP jo pasal 64 KUHP serta pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 (sembilan) tahun,” jelasnya.

“Dalam modus operandinya Suwandi dalam melakukan aksinya selalu melakukan ancaman terhadap para 191 Pedagang Kaki Lima, Jika tidak mau membayar uang sebesar Rp. 500.000 akan disuruh pindah dari lokasi berjualan. Dan juga tersangka suwandi melakukan penipuan dengan membohongi para pedagang. Jika pedagang mau pindah atau tidak lagi berjualan, maka uang akan di kembalikan. Tapi keyataannya pedagang yang tidak dapat tempat untuk berjualan uangnya tidak di kembalikan oleh tersangka Suwandi.” Ungkap Sumantri.

“Tidak hanya berhenti sampai disitu sepak terjang tersangka, merasa keenakan dan aman. Tersangka Suwandi juga melakukan perbuatan pungutan liar  dengan menarik uang dari pedagang kaki lima dengan cara menjadi angota Paguyupan pedagang 9 Muda sebesar Rp. 100.000 sampai Rp. 900.000. Selain itu juga tersangka juga melakukan pungutan untuk plengser setiap harinya Rp. 2000 sampai Rp 5000 dengan cara rangkaian ancaman dan tipu muslihat,” imbuh AKP Sumantri.

“Adapaun nilai keuangan yang masuk kedalam paguyuban selama tahun 2015 hingga maret 2018 sebesar Rp. 235.100.000. Sisa uang yang ada dalam paguyuban hanya sebesar Rp. 8.732.000, dan keberadaannya sekarang disita oleh petugas untuk pemeriksaan. Adapun uang yg lainya telah masuk, Habis dipergunakan untuk keperluaan paguyuban. Seperti beli HT, mamin, gaji pengurus, kaos, pasang listrik, atk, hiburan, sound sistem,” Terang Sumantri. @.rik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *