Djuyoto Suntani Menyatukan Tanah Korea Bentuk Upaya Menyatukan Bangsa Korea

Djuyoto Suntani Menyatukan Tanah Korea Bentuk Upaya Menyatukan Bangsa Korea

Sindikat Post, Jakarta – Presiden Dunia Djuyoto Suntani “Menyatukan dua pimpinan Korea.” Testimony tersebut disampaikan dengan tulus oleh Yossiady, mantan pegawai Dinas Pariwisata Jawa Tengah yang sekarang aktif sebagai pemandu Wisata. Tokoh masyarakat yang berkali kali memperoleh penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia ini memberi kesaksian, bahwa bersatunya dua Pemimpin Korea pada 27 April 2018 berkat usaha nyata yang dilakukan Tokoh Dunia asal Indonesia yaitu Presiden the World Peace Committee 202 Negara Djuyoto Suntani. Sabtu (28/4/2018).

Ket : Presiden Dunia HE Mr Djuyoto bersama Duta besar Korea Utara Jong Chun Gun tahun 2006

Tiga Tahun lalu, tepatnya 27 April 2015 Yossiady menghadiri acara di Kawasan Gong Perdamaian Dunia Jepara, Jawa Tengah, Indonesia. Salah satu acara terpenting adalah penyerahan “Tanah Dua Korea” yang diambil dari perbatasan Korea Selatan dengan Korea Utara oleh Direktur Spiritual the World Peace Committee Philip Wyne asal Amerika Serikat. Ketika sedang berada di Korea, Philip Wyne dapat tugas dari Presiden Dunia Djuyoto Suntani untuk mengambil Tanah Dua Korea untuk disatukan di Pusat Bumi Kawasan Gong Perdamaian Dunia di Jepara Jateng, Indonesia.

Ket : Presiden Dunia HE MR Djuyoto Suntani Menggantikan Nama Philip Wyne menjadi Romo Cahyo Buwono dikawasan Gong Perdamaian Dunia Jepara ,Jateng – Indonesia

Menyatukan Tanah Dua Korea merupakan salah satu upaya spiritual Presiden Dunia Djuyoto Suntani agar Kedua Bangsa Korea itu hidup damai sebagai satu keluarga. Pada tahun 2006 Presiden Dunia Djuyoto Suntani menemui Duta Besar Korea Utara Jong Jong Chun Gun, Presiden Dunia tersebut memberikan masukan serta memfasilitasi pertemuan dua Korea.

Ket : Philip Wyne asal Amerika Serikat, Direktur Spiritual of The World Commuttee Sujud syukur dihadapan Presiden Dunia HE Mr Djuyoto Suntani

Cara yang sama dilakukan oleh Presiden Dunia Djuyoto Suntani dengan menemui pihak Korea Selatan. Beliau memberi masukan positive dan bersedia memfasilitasi pertemuan Dua Korea. Setelah memberi banyak masukan untuk berdamai sebagai satu bangsa, Djuyoto Suntani mempersilakan Kedua Bangsa Korea untuk melanjutkan pertemuan.

Presiden Dunia HE Mr Djuyoto Suntani Anugerahi Tokoh dari Korea Selatan

“Sekarang tinggal Bangsa Korea yang terbelah menjadi Dua Negara. Bangsa lain sudah bersatu,” kata Presiden Dunia HE Mr Djuyoto Suntani, “Perang saudara sejak Tahun 1953 merugikan semua pihak. Bersatulah kalian agar menjadi kuat,” pesan Presiden Dunia Djuyoto Suntani kepada Dua Pemimpin Korea. @red (team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *