Membuka Tabir Kebenaran Terkait “Wartawan Wedus”

Membuka Tabir Kebenaran Terkait  “Wartawan Wedus”

Sindikatpost, Surabaya – Sosok Yudi yang sangat misterius, saksi kunci salah kirim pesan WA “wartawan wedus” yang dilakukan Kanitreskrim polsek Sukomanunggal, Misdianto, pernah bertandang dan bertemu dengan Kapolsek Sukomanunggal Kompol Suroso.

Dari konfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA) (28/1), Kompol Suroso Menyatakan kalau Yudi dan pimpinan redaksinya pernah datang ke Polsek dan bertemu dirinya, tetapi Kapolsek lupa asal media Yudi.

“Saya tidak ingat dari mana tetapi bersama pimprednya pernah bertemu saya di polsek lebih jelas tanya kanit reskrim saja mas.terima kasih”. Jawaban pesan dari Kapolsek.

Dari informasi dilapangkan, sosok Yudi hadir di kantor PWI pada saat Kompol Suroso , Misdianto dan didampingi Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar, hal tersebut dibenarkan oleh  Kapolsek Sukomanunggal, “Betul ke pwi kalau tidak keliru ikut hadir,terima kasih” jawaban singkat Kapolsek.

Sikap yang terbuka ditunjukan Kompol Suroso terhadap wartawan, sikap terbalik dilakukan oleh Kanit Reskrimnya Misdianto, awak media mencoba klarifikasi lewat WA tidak pernah ditanggapi

Ket : duduk paling belakang pakai topi diduga yudi

Perlu diketahui kronologi kejadian terjadinya salah kirim pesan “wartawan wedus” , pada saat Ade (wartawan media online) mengirimkan berita tentang judi di wilayah hukum Polsek Sukomanunggal di nomer WA Misdianto, tidak disangka dijawab “Wartawan Wedus”. Dengan peristiwa itu terbentuklah solidaritas profesi wartawan untuk mengklarifikasi tentang hal itu ke Misdianto.

Dalam konfirmasi dan klarifikasi tersebut, Misdianto menjelaskan kalau pesan “Wartawan Wedus” tersebut salah kirim, sebenarnya pesan itu ditujukan kepada saudaranya yang juga wartawan bernama Yudi, yang pada saat itu minta sumbangan kambing untuk acara aqiqah, dan bersamaan dengan pesan Yudi, Ade juga kirim pesan sehingga tidak sengaja balasan Misdianto terkirim ke Ade, sehingga terjadi kesalapahaman, dikesempatan itu Misdianto minta maaf ke Ade dan para wartawan.

Kapolsek Sukomanunggal Kompol Suroso juga meminta maaf atas insiden salah kirim pesan yang dilakukan Kanitreskrimnya, permintaan maaf dari Kapolsek dan Misdianto diterima baik oleh Ade, dan Ade berkata tidak akan meneruskan permasalahan tersebut ke jalur hukum.

Ket : saat puluhan wartawan rapat di THR (24/1) membahas langkah terkait”wartawan wedus”

Ditilik dari pertemuan sebelum aksi solidaritas konfirmasi di Polsek Sukomanunggal, di area Taman Hiburan Rakyat (THR) pada hari Rabu(24/1), ada pertemuan beberapa puluh wartawan dan dihadiri oleh Ade dan Zam Zami selaku pimrednya, dikesempatan itu Zamzami berujar, secara redaksi memaafkan, dan tidak meneruskan masalah tersebut di jalur hukum. Di kesempatan yang sama, saat Ade ditanya tentang masalah tersebut, Ade mengatakan, kalau Misdianto meminta maaf langsung kepada dirinya, akan dimaafkan, tetapi jalur pelaporan hukum tetap akan Diteruskan.

Dari perkataan Ade, yang akan tetap terus untuk pelaporan, terlihat makin banyak wartawan yang bergabung dalam aksi solidaritas tersebut, dan akan ikut kepolsek Sukomanunggal untuk konfirmasi dan  mengawal permasalahan itu sesuai ucapan Ade, tetapi sangat disayangkan para wartawan, apa yang dibilang Ade di THR berbeda dengan pada saat konfirmasi dan klarifikasi ke Polsek Sukomanunggal, Ade menerima maaf dari Misdianto dan tidak meneruskan pelaporan terhadap masalah itu.

Untuk menjernihkan masalah salah kirim, Misdianto mestinya menghadirkan Yudi sebagai saksi kunci salah kirim, seperti perintah Kapolsek waktu yang lalu, tapi kenyataannya Misdianto tidak menggubris atasannya, karena sampai berita ini di terbitkan, Misdianto tidak pernah memunculkan sosok Yudi.

Supaya tidak ada simpang siur dan mencari kejelasan akan permasalahan ini, rencana ke depan Dua lembaga pers, yaitu FPII dan SWI akan membawa permasalahan ini di jalur hukum, supaya bisa jelas dan terang benderang, apakah Misdianto benar salah kirim atau benar melakukan ujaran kebencian terhadap [email protected]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *