Wisata Rakyat Desa Segara Jaya Kab.Bekasi di Tepi Laut Jawa

Sindikat Post, Bekasi – Gedhe Nusantara melaporkan kepada Ketua Tim Pakar Menteri Desa PDTT Haryono Suyono terkait perkembangan wisata rakyat Desa Segara Jaya yang terletak di Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Desa seluas 779.385 Ha ini berjarak dari Kabupaten Bekasi sekitar 40 Km. Batas desa sebelah utara adalah laut Jawa, sebelah timur Desa Samudra Jaya, sebelah selatan adalah Desa Pahlawan Setia, dan sebelah barat Desa Pantai Makmur.

Desa Segara Jaya berbatasan langsung dengan Laut Jawa menguntungkan desa ini menjadi salah satu tujuan wisata di wilayah Bekasi dengan objek wisata Jembatan Cinta serta Wisata Hutan Mangrove. Desa Segara Jaya berpenduduk sekitar 20.731 jiwa dengan mata pencaharian yang bervariasi, ada petani, buruh tani, peternak, pedagang, wirausaha, karyawan swasta, PNS/TNI/POLRI, pensiunan, tukang bangunan, tukang kayu/ukir, nelayan, dan lain-lain.

Dana Desa tahun 2017 dipergunakan antara lain untuk bidang penyelenggaraan Pemerintah Desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat dan penyertaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dana yang diterima oleh Desa Segara Jaya membuat pembangunan desa makin bergairah dan kucuran Dana menjadi sarana.

“Mewujudkan Desa Mandiri, Agamis, dan Terdepan di Kabupaten Bekasi”. Dewasa ini, desa dengan penduduk sekitar 20 ribu jiwa itu sudah merasakan manfaat pembangunan. Kemajuan desa mereka rasakan setelah dibangunnya sejumlah infrastruktur desa seperti jalan desa, jalan lingkungan, serta gedung PAUD yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa.

Karena Desa Segara Jaya merupakan salah satu desa yang memiliki potensi wisata yang baik maka pembangunan infrastruktur jalan lingkungan menjadi salah satu prioritas alokasi penggunaan dengan dana desa. Sejak tahun 2017 dana dialokasikan membangun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di bidang pariwisata. Pengadaan sarana yang sudah dilakukan melalui BUMDes adalah pengadaan permainan air berupa sepeda bebek. Telah direncanakan membeli perahu yang disewakan kepada pengunjung berkeliling di sekitar lokasi hutan mangrove. Desa wisata ini tertolong karena pengembangan hutan mangrove berpotensi menjadi daerah wisata yang menambah pendapatan desa.

Dari bidang pembinaan dan pemberdayaan masyarakat terdapat program pembinaan nelayan dan petani rumput laut. Program ini dibuat karena di Desa Segara Jaya sebagian besar penduduknya menggantungkan pendapatan pada hasil laut seperti ikan laut dan pembudidayaan rumput laut. Selain itu ada potensi pertanian, perikanan, dan daerah wisata adalah adanya pengrajin batik Betawi. Dana Desa berhasil menggeliatkan usaha batik Betawi produksi masyarakat Desa Segara Jaya sudah mampu berdiri sejajar dengan batik-batik kerajinan daerah lain.@red (hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *