Wakil Presiden Yusuf Kalla Taruh Perhatian Usulan Makam Pahlawan

Wakil Presiden Yusuf Kalla Taruh Perhatian Usulan Makam Pahlawan

Sindikat Post, Jakarta – Pada saat Wakil Presiden Yusuf Kalla membuka Rapat Kerja Nasional BKKBN di Jakarta beberapa waktu yang lalu, hadir saat itu mantan Kepala BKKBN Haryono Suyono yang kebetulan pernah menjabat sebagai Menko Kesra Taskin sebelum pak Yusuf Kalla menggantikannya pada periode berikutnya.

Dalam pertemuan setelah upacara pembukaan Rakernas secara singkat, beliau mengundang agar Haryono menyempatkan diri berkunjung ke Kantor Wakil Presiden.

Undangan beliau itu dipenuhi pada hari Selasa (11/3/2019) pagi, Haryono yang ditemani oleh Dr. Mulyono Dani Prawiro diterima oleh Wakil Presiden dalam suasana kekeluargaan yang akrab. Dalam bicara mengenang masa lalu, Haryono yang juga Ketua Umum Persatuan Wredhatama Republik Indonesia (PWRI) beberapa waktu lalu menerima penghargaan dari Presiden Joko Widodo hadiah lebaran dan pensiun yang ke 13, menitip pesan melalui Wakil Presiden agar tahun ini hadiah lebaran itu diberikan juga kepada para pensiunan.

Haryono juga melaporkan bahwa sebagai Ketua Umum PWRI baru saja mengadakan pertemuan dengan Menteri Sosial RI melaporkan bahwa banyak anggota PWRI yang mendapat tanda penghargaan Negara dalam bentuk Bintang Mahaputra atau Bintang Jasa lain, dan karena itu berhak mendapat kehormatan di makamkan di Makam Pahlawan, meminta agar kesempatan itu diperluas dengan memberi ijin kepada suami atau istrinya, apabila menghendaki bisa di kubur dalam satu liang kubur yang sama. Kesempatan itu akan mempermudah anak-anak dan keluarga berziarah tidak harus keliling dari satu tempat ke tempat lain karena almarhum bapak ibunya di makamkan di tempat yang terpisah. Seperti diketahui, Menteri Sosial telah mempertimbangkan secara positif dan akan mengambil keputusan dalam waktu singkat.

Memberi komentar cerita tersebut, Wakil Presiden Yusuf Kalla melihat bahwa di Arab Saudi pemakaman secara bersama itu sudah biasa terjadi sehingga permintaan banyak kalangan tersebut perlu dipertimbangkan secara positif, lebih-lebih di daerah perkotaan lahan makam makin sulit dan mahal, sehingga pemakaman dalam satu lubang merupakan solusi yang positif.

Haryono juga melaporkan bahwa dewasa ini ditugasi oleh Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo membantu beliau sebagai Ketua Tim Pakar Menteri. Haryono menyinggung langkah positif yang diambil oleh Menteri Desa dan jajarannya dalam meningkatkan mutu sumber daya mansusia di desa, utamanya pendamping desa, punggawa desa dan relawan desa melalui Akademi Desa 4.0 dengan bekerja sama dengan Univerisitas Terbuka yang mulai kemarin mendaftar mahasiswa untuk kuliah on line dengan tatap muka bersama Perguruan Tinggi mitra di seluruh Indonesia.

Suatu terobosan tehnologi era industri 4.0 yang luar biasa. Pak Yusuf Kalla memberi selamat dan mengharapkan agar pengalaman di masa lalu yang positif sebagai Menko Taskin diberikan juga kepada kalangan Kementerian Desa termasuk penggunaan Peta Keluarga yang dimiliki oleh BKKBN dan terbukti berguna untuk membagi Raskin dan mengadakan upaya pengentasan kemiskinan serta berhasil menurunkan tingkat kemiskinan sampai ke titik yang relatif rendah. Peta itu perlu di pergunakan bersama peta Keluarga Harapan yang dipergunakan oleh Kementerian Sosial sehingga keluarga miskin benar-benar menjadi fokus bersama dan mendapat perhatian agar segera dibebaskan dari lembah kemiskinan. Insya Allah.  @red (hs).

75 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!