Triwulan 3 Tahun 2019 Industri Jasa Keuangan Jawa Timur Menunjukkan Pertumbuhan Positif

Triwulan 3 Tahun 2019 Industri Jasa Keuangan Jawa Timur Menunjukkan Pertumbuhan Positif

Sindikat Post, Solo – Guna memberikan informasi pada masyarakat, mengenai perkembangan terkini industri jasa Keuangan di Jawa Timur. Serta penguatan sinergi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan pemangku kepentingan, terkait pengembangan ekonomi dan pelaksanaan tugas OJK di daerah. OJK Kantor Regional (KR) 4 Jatim menggelar Media Gathering 2019 di Solo, Jumat – Sabtu (11-12/10/2019).

Menurut Kepala OJK KR4 Jatim, Heru Cahyono, Industri Jasa Keuangan di Jatim hingga triwulan 3/2019 ini, menunjukan kinerja yang positif, yang sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Jatim.

“Total aset 403 Bank yang beroperasi di Jatim meningkat 8,4%. Dan dana yang dihimpun meningkat 8,78% serta penyaluran kredit meningkat 6,90%. Intermediasi perbankan cukup baik, dengan LDR 84,59% dengan NPL yang masih terjaga 3,75%,” ujarnya.

Sementara Pasar Modal Jatim, juga menunjukkan kinerja positif yang tercermin pada peningkatan jumlah investor saham sebesar 58,75%. Industri Keuangan Non Bank di Jatim juga mendapatkan pertumbuhan Pendapatan Premi Asuransi sebesar 2,69%. Sedangkan Perkembangan Dana Pensiun juga baik yang tercermin dari pertumbuhan asset bersih dan investasi masing-masing sebesar 11,7% dan 11%.

“OJK KR4 Jatim telah melakukan upaya yang masif dan intensif untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Jatim, melalui fungsi Edukasi dan Perlindungan Konsumen. Serta optimalisasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD),” tambahnya.

Edukasi kepada masyarakat dilaksanakan melalui 138 kegiatan Sosialisasi, dengan peserta edukasi sebanyak 21.075 peserta, yang terdiri dari berbagai profesi. Antara lain pelaku UMKM, pegawai, pelajar, akademisi hingga ibu rumah tangga.

Lebih lanjut Heru menjelaskan, bahwa upaya peningkatan inklusi di Jatim hingga triwulan 3/2019 dilakukan melalui pendirian 15 LKMS Bank Wakaf Mikro di beberapa lokasi Pinpes. Dengan tujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat miskin di sekitar Ponpes, serta mengurangi ketergantungan masyarakat pada rentenir.

Perluasan Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif atau Program LAKU PANDAI, juga mengalami peningkatan sebesar 53,84% dengan jumlah 204.087 agen. Serta peningkatan pemberdayaan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai Rp17,9 triliun.

Dalam rangka menjaga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan di Jatim. OJK KR4 Jatim juga menjalankan fungsi perlindungan konsumen melalui penanganan pengaduan nasabah sebanyak 1.598 pengaduan. Serta pemberian pelayanan SLIK kepada masyarakat sebanyak 5.132 pemohon.

“Kami juga meningkatkan peran Tim Kerja Satgas Waspada Investasi Jatim dalam merespon maraknya penawaran investasi illegal di berbagai daerah yang terbukti merugikan masyarakat. Salah satunya dengan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat lewat berbagai media, baik on-air maupun off-air,” pungkasnya. @juju

436 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!