Terkait Pemberitaan Ijazah Bupati Bekasi, Buat Gerah DPD Golkar Kab.Bekasi

Terkait Pemberitaan Ijazah Bupati Bekasi, Buat Gerah DPD Golkar Kab.Bekasi

Sindikat Post, Bekasi- Terkait pemberitaan Ijazah Bupati Bekasi dibeberapa media online membuat DPD Golkar Kabupaten Bekasi Gerah dan menggelar Prescon di kantor DPD Golkar Kabupaten Bekasi, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Awalnya ada pemberitaan di media online yang dimana narasumber Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bhayangkara Bekasi (TTN) mempertanyakan penggunaan gelar Strata 1 Ilmu Hukum, yang dimiliki Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja dari Universitas Borobudur. Pasalnya lampiran model BB.2 KWK saat melakukan pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi, Eka Supria Atmaja yang mencalonkan Wakil Bupati Bekasi yang mendampingi eks Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, terdaftar lulusan di Universitas Borobudur pada Tahun 1996 silam. Di dalam pemberitaan online TTN mengatakan kepada awak media, ada kejanggalan saat KPU Kabupaten Bekasi tidak mengumumkan sektor pendidikan pasangan calon Pilkada 2017 lalu.

“Saya sebagai mahasiswa dan warga Kabupaten Bekasi, mempertanyakan gelar yang dimiliki Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja,” katanya disalah satu media pada Jumat (1/11/19)

Yang akhirnya DPD Golkar Kabupaten Bekasi secepatnya menggelar Prescon terkait pemberitaan di beberapa media online digedung DPD Golkar Kabupaten Bekasi yang dimulai pada pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai.

Mantan Liaison Officer (LO) pada Pileg 2014 dan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati 2017, H.Sardi saat mengadakan prescon mengatakan dihadapan media bahwa yang ada di DPD Golkar Kabupaten Bekasi sengaja mengundang awak media terkait Ijazah Bupati, Eka Supria Atmaja.

“Saya dua kali jadi LO, saya sudah mengurus persyaratan Calon Bupati dan Wakil Bupati serta Anggota Dewan dengan detail dari hal yang terkecil seperti KTP sampai Ijazah,” jelasnya. Senin (4/11/19).

Demisioner Wakil ketua Bidang Humas DPD Golkar Kabupaten Bekasi ini juga menambahkan baik pada Pilkada maupun Pileg kemarin telah melakukan verifikasi terhadap calon dengan detail sebelum mendaftarkannya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Pada Pilkada 2017 saya sendiri ke Universitas Borobudur dan bertatapan langsung dengan rektornya. Mereka sangat bangga alumni Borobudur mencalonkan Wakil Bupati. Artinya Ijazah beliau itu asli,” bebernya.

“Soal Pemberitaan yang mengatakan bahwa Bupati Bekasi tidak tercantum namanya di PDPT Dikti Online. H.Sardi menjawab PDPT produk Kementerian tahun 2006. Sedangkan Bupati sendiri lulusan Tahun 1996, soal PDPT Dikti secara online itukan baru dibuka Tahun 2006,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Demisioner Bidang Hukum DPD Golkar Kabupaten Bekasi, Arif Rahman Hakim akan mengambil langkah tegas yang sudah menyerang secara pribadi kepada ketua DPD Golkar (Eka Supria Atmaja). Dikatanya, sebagai keluarga besar Partai Golkar Kabupaten Bekasi merasa dipermalukan dan merasa diserang kehormatan kita. “Apalagi beliau seorang sosok Bupati dan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi,” imbuhnya. @surya

563 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!