Seminar Nasional Fisip Universitas Wijaya Kusuma, ICW dan KPK

Seminar Nasional Fisip Universitas Wijaya Kusuma, ICW dan KPK

Sindikat Post, Surabaya – Dalam rangka memperingati hari Anti Korupsi Dunia, bertempat di Gedung Ponco Waliko lantai 8 tepat di Auala Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, diadakan Seminar Nasional bersama Universitas Wijaya Kusuma, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Indonesia Coruption Watch (ICW). Kamis (12/12/2019).

Seminar Nasional dengan tema, “Refleksi Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi” menghadirkan nara sumber antara lain, Dekan Fisip Drs. Sucahyo Tri Budiono, M.S., Dr. Wawan Wardiana, M.T., Direktur Penelitian dan Pengembangan KPK, dan Almas Ghaliya Putri Sjafrina, S.IP., Peneliti Indonesian Corruption Watch ICW dihadiri ratusan mahasiswa dan elemen masyarakat.

Ket : Dr. Wawan Wardiana, M.T., Direktur Penelitian dan Pengembangan KPK (berdiri dua dari kiri)

Dalam kesempatan itu, Dekan Fisip Sucahyo menuturkan, “Kinerja komisi Pemberantasan Korupsi banyak memberikan dampak Positif terhadap masyarakat Surabaya. Dampak tersebut antara lain, membuat Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang bermartabat,” ungkap Sucahyo.

Dikesempatan yang sama, nara sumber dari KPK Dr. Wawan mengatakan, untuk pemberantasan korupsi peran masyarakat sangat dibutuhkan.

Ket: De Drs. Sucahyo Tri Budiono, M.S.,Dekan Fisip dan Soenarko Sekjen SWI 

“Masyarakat apabila ditemukan informasi, dan data penyelewengan anggaran pemanfaatan jabatan, yang menimbulkan untuk memperkaya diri sendiri, perlu di laporkan dan kami tindak lanjuti. Masyarakat di daerah secara nasional diwadai untuk pengaduan lewat Kosurga Koordinasi, ungkap Wawan.

“Supervisi dan Pencegahan guna menghimpun informasi apabila di temukan tindakan penyelewengan kinerja pemerintah daerah, dan penyimpangan patut di tindak lanjuti. Peran aktif masyarakat sebagai wujud kepedulian terhadap KPK harus tetap di terjaga, tentunya dalam menjaga KPK, kepentingannya harus didukung adanya Rencana Perubahan UU Tipikor, pelaku korupsi bisa di jerat hukum mati,” ungkap Wawan.

Ket : Almas Ghaliya (ICW) dan Soenarko (SWI)

Almas Ghaliya, nara sumber dari ICW dikesempatan itu mengatakan, bahwa ICW menyoroti perilaku menyimpang tindak pidana korupsi di tahun 2019 angkanya tidak menurun, akan tetapi semakin tinggi.

“Indonesia dalam upaya pemberantasan Korupsi memiliki regulasi UU No. 31 tahun 1999 Jo UU No. 20 tahun 2001, UU No. 8 tahun 2010, sudah jelas. semua usaha pemberantasan korupsi tentu harus di jalankan sesuai amanah undang-undang, agar kanal-kanal aliran dana korupsi bisa di hentikan,” pungkas Almas.

Seusai acara, Sekjen Organisasi Pers Sindikat Wartawan Indonesia (SWI), Soenarko, S.Sos yang ikut menghadiri seminar nasional, mengatakan bahwa SWI sangat mengapresiasi kegiatan seminar yang diselenggarakan dikampus Universitas Wijaya Kusuma, dan mendukung akan kinerja KPK dalam pemberantasa korupsi.

“Acara seminar ini harus diadakan disetiap kampus, hal itu sebagai salah satu cara pencegahan korupsi, dan SWI sebagai wadah dari wartawan mendukung penuh kinerja KPK, dan kami akan berperan aktif untuk membantu kinerja KPK,” pungkas Soenarko. @red

909 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!