Saprudin Kepala P2TL Lemahabang Akan Tindaklanjuti Pengaduan Masyarakat Terkait Aliran Listrik Ilegal

Sindikat Post, Bekasi – Salah satu modus yang biasa dilakukan untuk mencuri listrik adalah dengan menyambung langsung dari tiang. Biasanya sambungan tersebut langsung masuk instalasi listrik pencuri tanpa melewati meteran PLN. Pencurian diatur dalam Bab XXII tentang “Pencurian” dari Pasal 362 – Pasal 367 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”).Dalam bab tersebut terdapat berbagai ketentuan mengenai pencurian yang dilakukan dalam berbagai kondisi dan cara. Selain bisa merujuk pada KUHP, karena ini mengenai pencurian listrik, maka merujuk juga pada Undang-Undang nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

PLN (Persero) Rayon Lemahabang akan menindak dan memberikan teguran dengan adanya pengaduan dari masyarakat terkait kantor pasar yang berada di Pertokoan Pasar Lama Cikarang, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, aliran listriknya tidak ber KWh.

Kepala P2TL (Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik) Saprudin mengatakan, akan menindak lanjuti dugaan adanya pengambilan aliran listrik ilegal tanpa ada alat pengukur konsumsi listrik (Kilo Watt hour/KWh meter).

“Kami akan tindak lanjuti pengaduan dari masyarakat pada hari Senin (11/03/19),” ucapnya pada awak media. Jumat (08/03/19)

Ia pun menambahkan bahwa kemarin pada hari Rabu (06/03/2019) dirinya kesalah satu desa yang berada di Kecamatan Karangbahagia, dengan kepala desa sampai saat ini belum bisa bertemu. “Kami dari pihak PLN akan menindak dari desa dahulu, ini rencananya desa kalau tidak datang juga hari ini. Senin akan saya datangi lagi sekalian pasar,” tambahnya.

Uptd pasar baru Cikarang Hendra saat ingin dikinfirmasi awak media terkait aliran listrik yang tidak ber KWh tidak ada ditempat. @surya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *