Prof Dr Haryono Suyono, Usia Lansia Bukan Suatu Halangan Menjadi Pemimpin Bangsa

Prof Dr Haryono Suyono, Usia Lansia Bukan Suatu Halangan Menjadi Pemimpin Bangsa

Ket : Prof Dr Haryono Suyono (kanan) 

 

Sindikat Post, Jakarta – Prof Dr Haryono Suyono angkat bicara terkait batas usia pensiun ketika dirinya melakukan kunjungan di kampus Universitas Prof Dr Moestopo beragama di kawasan Jakarta Selatan. Jumat (11/5/2018).

Dalam kesempatan itu Haryono Suyono mengatakan, dunia sudah berubah, bukan hanya yang muda saja yang bisa menjadi pemimpin bagsa, seperti Bupati, Gubernur, dan Presiden tetapi usia lanjut pun bisa menjadi pemimpin bangsa yang handal.

Seperti Pak Harto menjadi pemimpin yang disegani seluruh dunia sejak usia muda. Ketika memimpin serangan di Yogyakarta pada tahun 1948, untuk mengembalikan Ibukota RI, pak Harto masih sangat muda. Soeharto juga dipercaya sebagai Presiden RI sejak usia muda sampai usia lansia, ungkap Haryono Suyono.

Wakil Presiden RI Yusuf Kalla termasuk yang berusia sepuh (lansia) tetapi masih sangat efektif mendampingi Presiden Jokowi dengan gesit. Kalau mau pidato naik panggung tidak perlu dituntun oleh ajudan. Bahkan, masih setengah berlari menaiki panggung menuju mimbar, tambah Haryono.

Saya sebagai salah satu mantan Menteri senior pak Harto dan sahabat Mahatir Muhammad, sudah berusia sepuh tapi masih aktif sebagai Ketua Tim Pakar Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo. Saya selalu siap mengikuti rapat sampai tengah malam atau berkunjung ke desa dan tempat- tempat kegiatan yang ada di pelosok tanpa halangan. Mahatir Muhammad dalam usia 92 tahun memenangkan Pemilu di Malaysia dan otomatis menjadi Perdana Menteri baru negara Asia yang sangat maju. Itu menyadarkan kita semua bahwa umur bukan suatu halangan untuk tetap bekerja sebagai pemimpin suatu bangsa sampai ke tingkat tertinggi sekalipun. Kemenangan Mahatir mengejutkan lawan politiknya karena beliau tidak saja sepuh tetapi pernah menjadi Perdana Menteri untuk waktu yang sangat lama.

Bahkan, menjadi mitra sahabat dan merasa sebagai “murid” pak Harto selaku pemimpin Asean. Sehingga, tidak disangka bakal memenangkan pemilu serta kembali memimpin negara yang di masa lalu banyak belajar dari Indonesia, tetapi sekarang telah menjadi negara yang sangat maju.

Di Amerika, Eropa, bahkan di negara-negara Asia seperti Jepang, Korea dan lainnya, lansia tidak sedikit menjadi Perdana Menteri, Menteri, pejabat tinggi atau pemimpin partai politik sudah dipandang sebagai kejadian yang wajar.

Di negara-negara maju, seseorang yang berprofesi sebagai guru besar suatu perguruan tinggi tidak dibatasi oleh umur, boleh mengajar sebagai guru besar sampai mengundurkan diri sendiri karena alasan kesehatan, atau ingin beristirahat tidak sibuk dengan urusan akademis yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Karena, kemajuan jaman, variabel umur tidak lagi menjadi penghambat seseorang untuk tetap berkarya.

Sehingga, usia pensiun ada baiknya ditinjau ulang agar tenaga yang masih efektif tidak harus berhenti bekerja untuk negara dan bangsa karena alasan umur. Seseorang yang memang masih sangat efektif, sebaiknya tetap dipertahankan.

Agar urusan negara dan bangsa dapat dikelola dengan baik. Kebutuhan tenaga muda akan kesempatan kerja perlu dirumuskan dan diusahakan dengan baik, tanpa harus menggusur tenaga semata-mata karena usianya dianggap sudah tua.

Padahal, usia harapan hidup dewasa ini bertambah panjang, sehingga batas usia pensiunpun nampaknya perlu ditinjau ulang. Tutup Haryono Suyono. @red (team)

1,071 kali dilihat, 18 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!