Presiden Dunia Djuyoto Suntani Santai di Duress Albania, Baca Ada “Teroris Demokrasi di Indonesia”

Presiden Dunia Djuyoto Suntani Santai di Duress Albania, Baca Ada “Teroris Demokrasi di Indonesia”

Sindikat Post, Albania – Minggu sore (4/5/2019) President the World Peace Committee 202 Negara Mr Djuyoto Suntani lagi Santai di Pantai Durres Albania, Eropa Tenggara. Menikmati pantai yang indah sambil minum kopi Europa bersama kerabat. Di seberang laut tampak Negara Italia. Sebelah Selatan kelihatan Negara Yunani, ibu dari Demokrasi Dunia. Di sela-sela menikmati pantai Durres Albania Eropa yang Indah, iseng iseng buka media social facebook dll.

Tokoh Dunia kelahiran Jepara Indonesia itu senyum-senyum baca berbagai berita sosial media di Indonesia. Tersenyum karena di Indonesia muncul istilah baru bernama “Teroris Demokrasi” dalam menyikapi hasil Pemilihan Presiden Republik Indonesia 2019-2024.

Istilah yang jenaka dan cerdas. Demokrasi berasal dari Yunani. Sebagai Negara tetangga, Albania pernah jadi Negara super otoriter di bawah rezim Enver Hoxha. Dia yang berasal dari keluarga Islam klas menengah berubah jadi Atheis.

Albania yang 70 persen Islam, 20 persen Orthodox dan 10 persen, diubah jadi Atheis. Ulama, pastor, pendeta ditangkapi. Masjid dan gereja diubah jadi museum dan diskotik. Semua kegiatan Berbau agama dilarang sama Diktator Enver Hoxha.

Ket : Enver Hoxha

Wajah Diktator Hoxha Sangat lugu dan culun. Badan kurus, muka santun, cenderung lemah. Tapi di balik wajah lugu, Diktator Hoxha Sangat bengis dan biadab. Ribuan ulama dibunuh.

Tapi Tuhan tidak pernah tidur. Seiring perjalanan waktu, Diktator Albania Enver Hoxha tumbang di tangan perlawanan rakyat yang tertekan.

Albania pelan-pelan pulih Menjadi Negara Demokrasi. Umat beragama kembali tumbuh. Memang makan banyak Korban. Tapi “Teroris Demokrasi” tersingkir di Albania.

Semoga “Teroris Demokrasi” Indonesia segera dilenyapkan sehingga Indonesia kembali jadi Negara surga yang Indah. @red

1,251 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!