Pilkades Serentak Tahap 2 Kab.Sumenep Dapat Perhatian Khusus dari Aparat Kepolisian

Pilkades Serentak Tahap 2 Kab.Sumenep Dapat Perhatian Khusus dari Aparat Kepolisian

Sindikat Post, Sumenep – Akibat maraknya permasalahan dan kericuan Pilkades serentak tahap pertama yang dilaksanakan Minggu lalu dibeberapa lokasi desa diwilayah Kab. Sumenep. Seperti kejadian kericuan di desa Juruan Laok Kec.Batu Putih dan desa Aeng Tong Tong Kec. Saronggi, sehingga membuat adanya pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) akan dilaksanakan Kamis (14/11/2019) bersamaan dengan pelaksanaan Pilkades dikepulauan.

Bercermin dari pelaksanaan Pilkades tersebut, Pelaksanaan pilkades serentak tahap ke dua untuk wilayah kepulauan Kab. Sumenep yang akan dilaksanakan besok hari (Kamis 14/11/2019), mendapat perhatian khusus dari pihak aparat kepolisian dalam hal antisipasi timbulnya kerawanan kekacauan.
Polres Sumenep mengerahkan sebanyak 720 personil untuk pengamanan pelaksanaan pilkades serentak tahap dua tersebut.

Menurut AKP. Widiarti humas polres Sumenep, menjelaskan, banyaknya personil yang dikerahkan ke seluruh kepulauan untuk disiagakan disetiap desa dan kecamatan disesuaikan dengan tingkat kerawanan masing masing.

“Terbanyak personil pengamanan di Kec.Gayam yang berjumlah 159 personil. Gayam menjadi atensi kami, karena Desa Gayam tengah digugat ke PTUN. Kami menilai tingkat kerawanan lebih tinggi,” ungkapnya.

Dikesempatan berbeda, terkait gugatan di PTUN, menurut keterangan pelapor M.Arifin bersama LBH Madura menyatakan bahwa desa Gayam telah mendapat panggilan dua kali dari PTUN. Pertama hari Rabu 6 Nopember 2019 dan tidak ada respon dari terlapor, dan panggilan kedua hari Rabu 13 nopember 2019 juga tidak ada respon.

Dari penemuan dilapangan, di desa Gayam banyak masyarakat yang tidak tercover di DPT. Sementara sebagian masyarakat sudah punya blanko sebagai bukti dirinya terdaftar.

Saat awak media mengklarifikasi dan mendatangi kantor sekertariat panitia pilkades di balai desa Gayam, mengenai beberapa orang yang sudah punya blanko bukti terdaftar, dan tidak di naikkan ke DPT. Awak media malahan mendapat kata kata kasar dari ketua penitia berinisial M dan mengancam akan memukul awak media.

“Ayo, apa mau kamu. Kalau kamu maksa akan saya pukul kamu. Kalau perlu dengan pekakas, ¬†saya tantang kamu kapan saja,” ujar Ketua panitia. @akh

649 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!