Persatuan Wredatama RI Kehutanan Siap Membangun Desa Pinggiran Hutan

Persatuan Wredatama RI Kehutanan Siap Membangun Desa Pinggiran Hutan

Sindikat Post, Jakarta – Dalam pertemuan Munas Nasional Himpunan Pensiunan Kehutanan (HPK) yang dihadiri pengurus pusat dan pengurus daerah dari seluruh Indonesia di Manggala Wana Bhakti di Jakarta kemarin, Rabu (6/11/2019). Setelah mendengarkan arahan Menteri Kehutanan, Ibu Siti Nurbaya dan Ketua Umum, Bapak Soetino Wibowo, yang mengajak seluruh anggota untuk tetap akrab dengan rekan-rekan sesama yang sudah pensiun dan membatu memberikan dukungan terhadap program dan kegiatan yang dilakukan selama ini, maka seluruh anggota yang sekaligus menjadi anggota dari Organisasi Pensiunan Instansi dalam lingkup PWRI, diberikan kesempatan mendengarkan sambutan Ketua Umum PWRI Pusat, Prof. Dr. Haryono Suyono,  yang didampingi anggota Pengurus Pusat Prof. Dr. Gatot Suraji, Drs. Prapto Hadi, Drs. Freddy Rorimpandey dan Yudha.

Kehadiran Ketua Umum PWRI dan jajarannya sengaja diundang untuk memberikan sambutan sekaligus arahan tentang sumbangan apa saja yang dapat diberikan oleh para pensiunan dalam rangka membangun bangsa dan anak-anak generasi muda sebagai penerus perjuangan yang telah diabdikan oleh mereka yang pensiun, termasuk anggota Paguyuban Pensiunan Kehutanan, yang selama ini bekerja keras memelihara kelestarian hutan dan kekayaannya untuk diabdikan secara lestari bagi bangsa dan seluruh anak cucu di Indonesia di masa depan.

Ketua Umum yang kebetulan adalah sekaligus Ketua Tim Pakar Menteri Desa PDTT, mengajak para pensiunan untuk melanjutkan kebiasaan silaturahmi antar para anggota dan sering-sering mengajak sesama anggota untuk meninjau tempat kerja lama di hutan-hutan yang dibinanya, menyambangi teman dan rekan yang masih bekerja, memberi semangat dan memelihara keakraban dengan penduduk di sekitar hutan seakan kita masih bekerja seperti sedia kala, yang dengan sendirinya tidak melakukan perintah atau petunjuk yang bertentangan atau mengganggu kesibukan kerja aparat yang sedang bekerja memelihara kelestarian hutan menggantikan tugas kewajiban kita.

“Kalau Menteri Kehutanan menganjurkan agar kita ikut membantu membangun hutan kota, kami cenderung menganjurkan agar para pensiunan ikut giat menganjurkan membangun Kebun Bergizi di desa sebagai selingan hutan desa yang bisanya masih menjadi bagian dari suasana hutan yang ada di desa sekitar hutan,” ungkap Haryono.

“sekaligus mengembangkan wisata pinggir hutan memanfaatkan pemandangan yang indah di sekitar pinggiran hutan atau bagian-bagian hutan seperti kumpulan pohon langka tertentu, pancuran air terjun yang dari jarak tertentu bisa menjadi pemandangan yang indah, serta mereka yasa aliran air dari hutan untuk membangun kampung yang menghasilkan aliran air hutan sebagai tempat pemeliharaan ikan dan restoran sederhana dengan sajian ikan segar dengan tempat menginap di kampung sebagai home stay dengan tawaran pemandangan kawasan hutan berhawa sejuk dan pemandangan yang tidak ada taranya dibanding kebisingan kota yang sangat polusi,” pungkasnya.

Suatu turisme menyusur pinggir hutan melalui desa-desa yang makin bersolek karena adanya aliran dana desa yang melimpah setiap tahun menjadi pemandangan indah yang tidak ada taranya sehingga penduduk desa di pinggir hutan bisa mengembangkan tempat tinggal di desanya menjadi suatu destinasi wisata alam yang menyajikan pemandangan, tarian dan makanan lokal yang bisa sangat menarik.

Para pensiunan bisa menjadi penggerak generasi muda yang dinamikanya menyambung dengan kearifan para pensiunan yang kaya dengan gagasan indah dan cemerlang. Biarpun kita sudah tua tetapi dengan silaturahmi dan membantu pembinaan generasi muda cinta alam kita akan merasa muda dan tetap memiliki semangat muda membangun desa dan masyarakatnya. @red (hs)

141 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!