Penyuluhan Hukum Terpadu Kepada Masyarakat Kab.Sumenep Tahun 2019

Penyuluhan Hukum Terpadu Kepada Masyarakat Kab.Sumenep Tahun 2019

Sindikat Post, Sumenep – Program penyuluhan hukum terpadu kepada masyarakat yang bekerja sebagai nelayan, merupakan agenda rutin yang diadakan bagian hukum sekretariat Pemerintah Kab. Sumenep, Madura, Jawa Timur. Penyampaian materi penyuluhan hukum tahun 2019 menitik beratkan kepada keselamatan laut.

Tema penyuluhan hukum terpadu tentang keselamatan laut ini mengingat wilayah Kab.Sumenep penuh dengan gugusan pulau, dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa kesadaran yang tinggi bagi masyarakat betapa pentingnya arti keselamatan di lautan.

Penyuluhan hukum tahun ini, menghadirkan beberapa nara sumber, yakni Roberth al farobi, Kasubag hukum Kab.Sumenep, Zaini dari Polair, Hadi Kusno Bowa dari Dinas Sosial Kab.Simenep, Vany chairil N.S. dari dinas perikanan, Farid cahyadi Dinas perhubungan, Edy hartono dari BPBD, N. Cristian dari Kodim, dan M.N. Azis Mubin dari Polres Sumenep.

Dalam sosialisasi penyuluhan hukum dititik beratkan di daerah kecamatan yang ada di 8 kepulauan Kab. Sumenep. Termasuk salah satunya di Kec.Nonggunong dan Kec.Gayam kepulauan Sapudi yang mendapat giliran pertama.

Selain membahas perahu angkut penumpang, penyuluhan juga membahas keselamatan para nelayan, dihimbau berhati hato dalam mencari ikan, bukan hanya karena faktor cuaca buruk, tetapi larangan cara penangkapan ikan yang menggunakan handak (bom ikan).

Dalam kesempatan itu, Kasubag hukum Pemda Sumenep Roberth Al Farobi, menyampaikan terima kasih kepada Ranting NU desa Pancor Kec. Gayam yang telah banyak membantu dalam pelaksanaan penyuluhan hukum kepada masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih kepada para pengurus Ranting NU desa Pancor yang telah banyak membantu kami, dari akomodasi dan konsumsi serta turut mengundang para tokoh masyarakat,” ungkap Roberth. Minggu (1/12/2019).

“Dengan sosialisasi ini, nantinya bisa memberi kesadaran kepada para pengguna jasa laut, agar bisa mencegah dan mengurangi terjadinya laka laut. Khususnya trayek penyeberangan antar pulau,” tambahnya.

“Segeralah mematuhi aturan yang telah di tetapkan pemerintah, lewat himbauan dinas dan syahbandar setempat,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ipda M.N. Azis Mubin, KBO Reskrim polres Sumenep turut mengupas tentang larangan dan bahaya menggunakan handak (bom ikan).

“Lewat penyuluhan hukum ini, saya menghimbau kepada seluruh masyarakat nelayan, khususnya yang hadir ditempat ini, dan tolong lewat para tokoh masyarakat bisa disampaikan kemasyarakat nelayan, dalam hal menangkap ikan jangan sampai menggunakan bom ikan. Selain bahaya kepada keselamatan nelayan sendiri, bom itu bisa menghancurkan terumbu karang dan matinya ekosistem laut, dan yang pastinya ancaman hukumnya sangat berat,” ungkap Ipda Azis.

Sementara itu, N.Cristian dari Kodim 0827 Sumenep, ketika memberi materi penyuluhan, mengupas materi tentang Radikalisme dan memaparkan kepada masyarakat hal-hal yang bisa menyebabkan timbulnya radikalisme ditengah masyarakat, serta bagaimana cara menangani pencegahan terjadinya radikalisme. @Akh.

895 kali dilihat, 42 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!