Penjelasan Kompol Ibrahim, Kapolsek Sukolilo Terkait BPKB Ganda

Sindikat Post, Surabaya – Polemik terkait BPKB ganda antara BCA Finance dan Sumarsono, seperti yang telah diberitakan media ini, pada hari Selasa 20/3/2018 dengan judul berita “Niat Hati Mencari Pinjaman, Mobil Berserta BPKB Malah “Disita” BCA Finance”. Kapolsek Sukolilo, Kompol Ibrahim Gani, SH angkat bicara.

Melalui hubungan komunikasi telepon seluler, Selasa, 20/3/2018 sekitar pukul 21.00 Wib, antara Wartawan Sindikat Post dan Kompol Ibrahim, Kapolsek Sukolilo tersebut menceritakan permasalahan BPKB ganda yang dipegang BCA Finance dan Sumarsono.

Sumarsono membeli mobil Yaris di Showroom AM daerah Sidoarjo, pada saat Sumarsono mengajukan pinjaman uang ke BCA Finance, dengan jaminan BPKB Yaris, BCA mengecek dan ternyata BPKB mobil Yaris Sumarsono sama dengan yang dipegang Finance, setelah ditanyai berbagai pertanyaan akhirnya Sumarsono menyerahkan mobil, dan Finance memberi tanda terima.

Ket : Kompol Ibrahim Gani, SH Kapolsek Sukolilo

“Kita tidak gegabah, kita akan melakukan penyidikan dan membuat laporan model A, dan setelah gelar perkara baru kita akan lakukan penyitaan BPKB yang pertama dan kedua untuk pembanding”, tutur Kapolsek.

Lanjut Kompol Ibrahim, “Setelah dicek di RPMC nomer seri BPKB dan STNK sama dengan dipegang BCA, Nopol yang pertama L 1907, setelah pergantian STNK tahun 2017 ada pergantian nomor, itu yang kita telusuri, dan terkait BPKB pertama dipegang BCA, sudah diserahkan penyidik, tetapi BPKB yang diserahkan Sumarsono ke BCA belum, masih menunggu proses sesuai prosedur pihak BCA,  ada satu lagi yang masih harus kita telusuri, huruf belakang dinomer mesin mobil Yaris adalah INZ, sedangkan yang tercantum di BPKB yang kedua masih belum pasti itu Z atau 2 karena tulisannya tipis seperti ada tambahan tulisan pulpen”.

“Keterangan ini bentuk transparasi kita, tidak ada ditutup-tutupi dalam kasus ini, dalam waktu dekat akan kita sita semua dan kedua BPKB akan dilabfom supaya tahu mana yang asli dan palsu”, pungkas orang nomer satu di jajaran Polsek Sukolilo ini.

Ket : Kantor BCA Finance Surabaya

Perlu diketahui, Seperti yang telah diberitakan Sindikat Post, Sumarsono Melalui Kuasa Hukumnya, Didi Sungkono, SH dari Kantor Hukum Rastra Justitia Associates dan Rekan beralamat di Jalan Raya Cipta Menanggal III A Ruko RMC No. 1-2 Gayungan Surabaya menceritakan kronologi penyitaan BPKB dan Mobil Yaris dengan Plat Nomor L 1588 AH oleh pihak BCA Finance Jalan Kertajaya Indah Timur Surabaya.

Sumarsono klien dari Didi Sungkono, SH mempunyai niat meminjam uang ke BCA Finance dengan menjaminkan BPKB duplikat bebas Blokir mobil Yaris miliknya, tidak disangka pada saat cek BPKB dan fisik mobil ke BCA finance, mobil berserta BPKBnya disita pihak BCA Finance, dengan dasar bahwa BPKB Sumarsono sama dengan BPKB yang dipegang Finance sebagai jaminan.

Ket : Didi Sungkono, SH Kuasa hukum dari Sumarsono memperlihatkan bukti bukti didampingi Hendrik

Tetapi ada yang aneh didalam kasus BPKB ganda ini, yang pertama dari penelusuran dilapangan, ditemukan bahwa pajak tahunan mobil Yaris sudah terbayar, padahal syarat untuk membayar pajak tahunan kendaraan adalah KTP asli dan STNK asli, jika STNK yang kedua palsu kenapa bisa lolos dari Samsat, dalam hal ini Samsat Surabaya Timur, berarti bisa diduga STNK yang kedua adalah asli.

Keanehan yang kedua adalah, kenapa pihak BCA Finance menahan BPKB milik Sumarsono dan tidak dikembalikan, padahal sesuai surat tanda terima penyerahan BPKB tertanggal 23/2/2018, sampai berita ini diangkat masih dipegang pihak Finance. Diduga Finance berbuat arogan dan berlagak seperti polisi. Padahal sesuai aturan undang undang yang berhak menyita adalah penyidik kepolisian bukan pihak swasta.

Keanehan yang ketiga, Ketika Sumarsono membeli mobil di showroom sudah dicek keabsahan keaslian BPKB, padahal BPKB pertama di pegang BCA. Mana mungkin ada dua BPKB yang sama sama asli.

Ket : Oz dan Tomi, Perwakilan BCA Finance saat ditemui wartawan (20/3/2018)

Keanehan yang keempat, sesuai perkataan Kapolsek Sukolilo, penjaminan BPKB pertama di fidusia tetapi BCA tidak melakukan pemblokiran. Sekelas Finance besar proses pemblokiran bisa terlewatkan.

Jika benar proses pemblokiran terlewatkan, dan ternyata ada BPKB kedua muncul, apakah Sumarsono bisa disalahkan, mengingat Sumarsono beli mobil secara tunai dan sudah mengecek BPKB itu asli.

Jelas apabila benar Sumarsono membeli Mobil tersebut secara tunai di Showroom dan sudah mengecek BPKB dan terbukti asli, dan saat ini ternyata bermasalah, bisa diduga Sumarsono dalam hal ini adalah korban.@ds

6 Comments on “Penjelasan Kompol Ibrahim, Kapolsek Sukolilo Terkait BPKB Ganda”

  1. bca memang arogan ngawur. pengalaman saya. mobil saya nunggak 2 bln.memang saya salah karna telah lalay dlam pembayaran. di karnakan waktu it musibah ortu menggal dan kena musibah. sy berkomunikasi dgan baik bahwa sy jatuh tmpo akan bayar 3 angsuran. tp tdk sesuai apa gg di omongkan dr pihak bca.. mobil di parkir di salah 1 mall surabya tiba2 mobil sdh tdak ada.ternyata mobil di angkut pakek derek .sdgkan kunci mobil sama stnk sampai skrg masih ad di tangan saya.ahirnya sy mesara di rugikan ahirnya saya laporan ke polrestabes surabaya. di trima laporannya tp sampe skrg blm ada tindak lanjut dr polres surabaya.kecewa juga sama polrestabes .karna waktu laporan pihak polres bahwa it murni 363 pencurian dan pembertan . tp sampek skrg sdh 5 bln blm ada tindak lanjut.dr mall pun juga saya tuntut karna saya di situ prkir resmi . masuk ada cctv kluar ada cctv. knp mobil di parkir tampa ada surat parkir kluar kok bisa.alasannya karna yg ambil mobil di parkiran it deokolector yg mengaku dari pt86..jd bca emang ngawur arogan . dan saya juga menyayangkan pada pihak mall dan polrestabes surabaya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *