Pemberian Grasi Annas Maamun Berdasarkan Pertimbangan dari MA, Menko Polhukam dan Sisi Kemanusiaan

Pemberian Grasi Annas Maamun Berdasarkan Pertimbangan dari MA, Menko Polhukam dan Sisi Kemanusiaan

Sindikat Post, Jakarta – Pemberian grasi kepada mantan Gubernur Riau Annas Maamun (78) oleh Presiden Joko Widodo berdasarkan pertimbangan dari Mahkamah Agung dan Menko Polhukam, dan selain itu, dari sisi kemanusiaan. “Mereka umurnya  juga sudah uzur (78 tahun, red) dan sakit-sakitan terus sehingga dari kacamata kemanusiaan itu diberikan,” kata Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai melepas kontingen SEA Games 2019 Indonesia, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Rabu (27/11/2019) sore.

Presiden mengingatkan, sesuai Undang-Undang Dasar, jelas sekali grasi itu adalah hak yang diberikan kepada Presiden atas pertimbangan dari Mahkamah Agung, meskipun pada kenyataannya tidak semua yang diajukan kepada dirinya dikabulkan.

“Coba dicek berapa yang mengajukan, berapa ratus yang mengajukan dalam satu tahun, yang dikabulkan berapa. Dicek betul,” ujar Presiden Jokowi.

Terkait kekhawatiran pemberian grasi itu mengurangi komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi, Presiden mengatakan, “Kalau setiap hari dikeluarkan grasi untuk koruptor setiap hari atau setiap bulan, itu baru, itu baru silakan dikomentari,” tutur Presiden Jokowi.

Sebelumnya mantan Gubernur Riau, Annas Maamun, yang pada 2015 divonis Majelis Tindak Pidana Korupsi Bandung 6 (enam) tahun karena terbukti bersama melakukan tindak pidana korupsi alih fungsi kawasan hutan, oleh Mahkamah Agung hukumannya diperberat menjadi 7 (tujuh) tahun di tingkat kasasi.

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 23/G Tahun 2019 tentang Pemberian Grasi, tanggal 25 Oktober 2019, Annas mendapatkan grasi pemotongan masa hukuman selama satu tahun. Dengan demikian, hanya akan menjalani hukuman selama 6 tahun, dan akan bebas pada 3 Oktober 2020 mendatang.@red

260 kali dilihat, 11 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!