Negeri Amahai Kab.Maluku Tengah Makin Makmur Berkat Dana Desa

Negeri Amahai Kab.Maluku Tengah Makin Makmur Berkat Dana Desa

Sindikat Post, Dilaporkan oleh Gedhe Nusantara kepada Ketua Tim Pakar Menteri Desa PDTT Haryono Suyono, berkat pengelolaan Dana Desa yang baik makin banyak sarana dan prasarana desa yang dibangun dan dinikmati oleh warga desa secara luas.

Pada kunjungan Tim KPPN pada sebuah desa teluk yang indah Amahai, suatu Desa cantik yang seakan dipeluk oleh dua buah tanjung, Tanjung Kuako dan Tanjung Umuputi.

Desa Amahai terletak di Pesisir Selatan Pulau Seram, yang merupakan pulau terbesar di antara pulau-pulau di Provinsi Maluku. Kunjungan KPPN menggali cerita sukses pemanfaatan Dana Desa di wilayah Amahai. Dari hasil berbincang dengan aparat desa setempat, Desa Amahai memiliki luas wilayah 52 Km2 terbagi menjadi 8 lingkungan/dusun. Cuaca pagi tidak terlalu panas dan tidak sejuk, karena ketinggian sekitar 7 meter dpl, suhu rata-rata antara 27-29 o celcius.

Desa disini disebut sebagai Negeri, dan Negeri Amahai dipimpin seorang Raja, sehingga jabatan Kepala Desa Amahai disebut sebagai Raja Negeri Amahai adalah Frederick Hallatu yang tugas sehari-harinya dibantu oleh 8 orang Perangkat Desa, termasuk adanya Badan Saniri Negeri yang merupakan perwujudan Legislatif dan Lembaga Adat yang beranggotakan tetua masyarakat.

Raja Frederick mengatakan bahwa pada tahun 2016, Negeri Amahai memiliki penduduk sebanyak 2.862 jiwa dengan perbandingan yang cukup seimbang antara penduduk laki-laki sebanyak 1.420 dan penduduk perempuan sebanyak 1.442. Sampai dengan tahun 2016.

Negeri Amahai dihuni oleh 803 keluarga (KK). Sejak tahun 2015, Dana Desa yang dikelola oleh Negeri Amahai telah menjadi bagian penting komponen pendapatan dari APBNeg. Sebagai sumber utama APBNeg Amahai, Pendapatan Desa yang berasal dari Transfer berasal dari APBN (Dana Desa) dan APBD (Alokasi Dana Desa) dengan porsi APBN sebesar Rp 832.083.000 (59%) dan APBD Rp 573.427.000 (41%). Untuk tahun 2017, dari total alokasi Dana Desa sebesar Rp832.083.000 untuk tahap I yaitu sebesar 60% atau Rp 499.249.800 telah direalisasikan sebesar Rp 499.249.800 (100% dari alokasi tahap I, atau 60% dari total alokasi), sebagaimana tertuang dalam Laporan Realisasi Dana Desa dan Alokasi Dana Desa Negeri Amahai per tanggal 23 Agustus 2017 dengan capaian Output 90%.

Dana desa digunakan untuk membangun prasarana seperti di desa lainnya, termasuk untuk jamban/WC umum, gorong-gorong, gedung dan peralatan PAUD, peralatan sanggar seni, dan lapangan olahraga yang kesemuanya telah dinikmati oleh warga. Selain itu prasarana pariwisatapun mendapatkan perhatian termasuk rehabilitasi jembatan dan jalan setapak pada objek wisata mangrove dan gedung pemberdayaan masyarakat negeri. Selain infrastruktur, dana desa digunakan untuk membiayai Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Negeri, seperti pengadaan tenda jualan, serta kompor untuk modal berjualan bagi kaum ibu.

Pengelolaan Dana Desa yang baik pada Negeri Amahai terbukti dari banyaknya sarana dan prasarana desa yang dapat dinikmati oleh warga. Hal ini penting karena Negeri Amahai merupakan pintu gerbang Kabupaten Maluku Tengah yang datang ke Pulau Seram dengan menggunakan Kapal Cepat dari Ambon yang menginjakkan kakinya di Pelabuhan Kapal Cepat Amahai yang saat ini dikelola oleh Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

BUMNeg negeri Amahai saat ini mengelola beberapa bidang usaha seperti Penginapan, Obyek Pariwisata dan Simpan Pinjam yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Lebih lanjut lagi, suksesnya pengelolaan keuangan oleh Negeri Amahai adalah berkat bimbingan para pendamping desa dan BPKP yang telah memfasilitasi dengan Aplikasi Siskeudes serta peran bimbingan dari Kecamatan.

Pada saat punggawa KPPN Masohi berkunjung ke Negeri Amahai, nampak jelas pengelolaan keuangan desa yang rapi dengan bukti-bukti pengeluaran yang tertata serta dokumentasi kegiatan yang lengkap diklasifikasikan per bidang dan per kegiatan, sehingga mudah untuk penelusurannya baik untuk keperluan internal maupun keperluan pemeriksaan. Kecamatan Amahai juga mempunyai prosedur pembinaan yang efektif dengan memberikan check list hal-hal yang harus dipenuhi sehingga memudahkan aparat Negeri untuk melakukan pembukuan dan administrasinya.

Pada akhirnya, Tim KPPN menambahkan bahwa kesuksesan Desa Amahai dalam pemanfaatan dana desa diharapkan sejalan dengan salah satu prinsip Nawacita Presiden Jokowi yaitu membangun dari pinggiran, terutama daerah Indonesia Timur yang relatif lebih terbelakang pembangunannya daripada wilayah Indonesia barat. @red (hs)

387 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!