Merasa Ditipu, CN Laporkan Fanni Warga Sukodono ke Polresta Sidoarjo

Merasa Ditipu, CN Laporkan Fanni Warga Sukodono ke Polresta Sidoarjo

Sindikat Post, Sidoarjo – CN (29) warga Sidokare Sidoarjo mendatangi Polresta Sidoarjo Polda Jatim pada hari Selasa (24/3/2020). Kedatangannya bertujuan meminta perlindungan hukum, dan kepastian hukum terkait dirinya merasa telah ditipu oleh Fanni Iswahyudi Putratranto (36), warga Griya Bhayangkara, Sukodono Sidoarjo.

Fanni Iswahyudi diduga telah menipu dan atau menggelapkan uang CN terkait jual beli rumah. Hal itu disampaikan CN saat bertemu awak media.

Ket: Bukti Setor

“Saya lihat di market place ada orang pasang iklan menjual rumah di perumahan Sidokare Indah Blok C no 17, Sidoarjo pada tanggal 28 Januari 2020. Saat saya telepon penjual yang mengaku bernama Fanni mengajak ketemuan besok (29/1/2020) di Alfa Midi Sidokare, Sidoarjo,” ungkap CN, Kamis (26/3/2020).

“Pada saat itu Fanni menunjukan fotokopi sertifat rumah yang dijualnya, dan dia mengaku pegawai bank BRI bagian ATM dan menunjukan Id Card pegawai Bank BRI, dan akhirnya saya transfer uang tanda jadi sebesar Rp. 2 juta. Selama beberapa kali Fanni telpon saya dan mendesak untuk mentransfer uang muka KPR dan biayanya, dengan alasan kalau uang KPR dan biayanya telah ia talangi dulu. Akhirnya saya transfer beberapa kali sampai bulan Februari, dengan total Rp. 94.800.000,” tambahnya.

Ket : Foto Rumah yang di pasang di Market Place oleh Terlapor.

“Setelah saya sudah transfer sebesar itu, Fanni minta lagi uang sebesar Rp.5 juta, tetapi tidak saya kasih, karena KPR belum jelas, tetapi saya dimintai uang terus. Dan sejak itu Fanni mulai tidak bisa saya hubungi. Saya sudah hubungi Fanni berkali kali, tetapi nomornya tidak aktif, beberapa kali saya ke rumahnya, dan ketemu istrinya, tetapi istrinya tidak tahu keberadaan Fanni, dan kata istrinya keluarganya juga mencari,” lanjutnya.

“Ada gelagat tidak baik dari Fanni, akhirnya saya datangi Bank BRI di Surabaya, dari keterangan pegawai bank BRI ternyata KPR saya tidak pernah diajukan disana. Dan dia bukan pegawai bank BRI,” tambah CN.

CN juga menerangkan bahwa rumah yang dijual Fanni bukan milik Fanni tetapi milik keluarganya, hal itu diketahu CN ketika menemui saudaranya Fanni.

“Pada saat ketemu saudaranya Fanni, rumah yang dijual itu milik keluarga, dan keluarga tidak tahu menahu terkait urusan saya dengan Fanni. Merasa saya ditipu akhirnya saya somasi dia 2 kali, akan tetapi tidak digubris, akhirnya saya laporkan kejadian ini ke Polisi,” pungkas Cn.

Dari pelaporan CN tentang tindak pidana perkara dugaan penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP. CN menerima Surat Tanda Bukti Lapor nomor: STBL/ 114/ III/2020/Jatim/ RESTA SDA, tertanggal 24 Maret 2020.

Besar harapan CN, agar perkara yang ia laporkan segera di tangani secepatnya oleh pihak kepolisian, mengingat bahwa apa yang dilakukan Fanni terhadap dirinya telah merugikan secara materi dan materiil. @red

4,820 kali dilihat, 54 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!