Mengedukasi Masyarakat Untuk Kurangi Sampah Plastik Melalui Gerakan “Waste to Energy”

Mengedukasi Masyarakat Untuk Kurangi Sampah Plastik Melalui Gerakan “Waste to Energy”

Sindikat Post, Surabaya – Sebagai salah satu negara penghasil sampah terbesar di dunia, Indonesia seharusnya memiliki potensi besar untuk mengubah sampah menjadi energi. Sebab jika tidak dikelola dengan baik, selain menjadi pencemar utama, sampah juga memiliki dampak negatif bagi lingkungan dan makhluk hidup disekitarnya.

Hal itu disampaikan Direktur Pengolahan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Novrizal Tahar, saat menjadi salah satu pembicara dalam Environmental Talkshow, Environation 2019 dengan tema “Waste to Energy” yang digelar Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan FTSLK ITS di Empire Palace Surabaya, Sabtu (23/11/2019).

“Saat ini pemerintah sedang mendorong semua pendekatan dalam pengolahan sampah. Pertama adalah pendekatan minim sampah atau less waste. Jadi bagaimana semaksimal mungkin masyarakat bisa membatasi atau mencegah timbulnya banyak sampah,” ujarnya.

“Yang kedua adalah pendekatan sirkular ekonomi, yaitu menjadikan sampah sebagai sumber daya. Kita sudah mengajak para produsen untuk mengurangi atau me-recycle sampahnya, khusus dari packaging dan produknya. Dan yang terakhir adalah pendekatan pelayanan teknologi. Jadi kami saat ini sudah mendesak seluruh kabupaten/kota, khususnya kota dengan sampah terbanyak seperti Jakarta atau Surabaya, untuk mengolah sampah menjadi energi dengan teknologi,” tambahnya

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa saat ini ada 12 kabupaten/kota yang menjadi pilot poject pengolahan sampah. “Waste To Energy yang paling maju itu ada di Benowo Surabaya, dimana mampu mengubah sampah menjadi energi listrik dengan kapasitas 10 Mega Watt. Dimana 9 Mega Watt nya terhubung dengan PLN. Selain itu ada teknologi lainnya yaitu mengubah sampah menjadi biomass. Nantinya biomass ini bisa menjadi bahan bakar industri,” ungkapnya

Kegiatan ini sendiri bertujuan mengedukasi masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk berinovasi dalam melindungi Bumi dengan cara minimal, yaitu mengurangi sampah plastik. “Paling tidak masyarakat bisa berpartisipasi mengurangi sampah dengan gerakan bawa tumbler, tidak menggunakan sedotan plastik, tidak menggunakan sterofoam, serta menggunakan tas belanja berulang kali,” pungkasnya. @juju

553 kali dilihat, 25 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!