Mapanbumi Siapkan Milenial Sebagai Pemimpin Umat Budha Masa Depan

Mapanbumi Siapkan Milenial Sebagai Pemimpin Umat Budha Masa Depan

Sindikat Post, Surabaya – Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia (Mapanbumi) menggelar kegiatan ‘Persamuan Agung Luar Biasa Mapanbumi’ di Surabaya, selama 3 (tiga) hari, mulai Jumat – Minggu (29 November – 1 Desember 2019).

Kegiatan 5 (lima) tahunan yang mengambil tema ‘SDM Unggul Mapanbumi Maju’ tersebut, akan membahas rencana kerja dan evaluasi hasil kerja semua bidang dalam lima tahun terakhir. Termasuk AD/ART serta arah program kerja. Kegiatan tersebut dibuka oleh Dirjen Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Caliadi.

Menurut Caliadi, pihaknya selaku wakil pemerintah sangat mengapresiasi kegiatan ini. “Dalam konteks membangun bangsa dan negara lewat pembinaan menyeluruh pada masyarakat Budha dari Sabang hingga Merauke,” ujarnya, saat membuka kegiatan di Novotel Samator Hotel Surabaya, Jumat (29/11/2019) malam.

Sementara itu, menurut ketua panitia sekaligus Wakil Ketua Umum Mapanbudi, Arief Hartono, kegiatan ini akan difokuskan untuk membahas Sumber Daya Manusia.

“Nantinya masing-masing wilayah akan menyampaikan hasil kerjanya dalam membina umat. Apa sudah sesuai dengan program kerja, atau masih ada hal yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini Mapanbumi sedang fokus mempersiapkan generasi Milenial sebagai pemimpin umat Budha masa depan. “Di era digital dan kondisi ekstrim saat ini. Kami yakin ide kreatif dari Milenial Buddha bisa membawa kemajuan bagi umat. Karena itu Mapanbumi sedang mempersiapkan SDM unggul kaum Milenial sesuai kebutuhan kondisi saat ini untuk memimpin umat,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, juga ada pengesahan kerjasama antara Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudi) sebagai wadah berkumpulnya para majelis dalam Agama Buddha, dengan Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI.

“Saat ini kami sedang mengupayakan untuk mendatangkan turis ASEAN guna mengunjungi situs budaya dan agama di Indonesia. Sesuai hasil survey yang kami miliki, 40% penduduk ASEAN adalah Muslim, 40% lainnya merupakan umat Budha, dan sisa 20% merupakan penganut kepercayaan dan agama lain. Dengan banyaknya situs budaya dan agama Budha seperti candi, serta ribuan pondok pesantren di Jawa, akan menjadi daya tarik wisata religi yang menarik,” pungkas Arief Harsono, yang juga merupakan Ketua Umum Permabudi. @juju

230 kali dilihat, 11 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!