Kepala BKKBN Dr.dr.Hasto Wardoyo, Sp.OG Bertemu Prof. Haryono Suyono

Kepala BKKBN Dr.dr.Hasto Wardoyo, Sp.OG Bertemu Prof. Haryono Suyono

Sindikat Post, Jakarta – Dalam suasana yang akrab dan ceria, hari ini Senin tanggal 15 Juli 2019, Mantan Kepala BKKBN/Menko Kesra/Menteri Kependudukan Haryono Suyono, didampingi Mantan Deputy BKKBN/SesMenko Kesra Taskin, Dr. Moh. Sudharmadi dan Dr. Mulyono Daniprawiro, telah bertemu Kepala BKKBN yang baru, Dr. dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG di dampingi oleh Sestama Drs. Nofrizal dan Deputy Dr. Dwi Listyawardani beserta staf lainnya.

Pertemuan yang berlangsung cukup lama itu merupakan kunjungan ucapan selamat secara resmi setelah beliau dilantik oleh Menkes minggu lalu. Pertemuan yang diawali penuh canda dan ceria itu diselingi ketawa lepas serta pujian bahwa Kepala BKKBN yang baru, mengutip lelucon umum yang terkenal tentang almarhum Gubernur Moh Nur dari Jawa Timur, pak Kepala yang baru “hanya pengganti” dari Kepala BKKBN sesungguhnya, karena menurut pengertian umum, Kepalanya tetap pak Haryono Suyono.

Dalam suasana ceria, lebih-lebih Haryono dan Sudharmadi sudah sangat akrab dengan pak Hasto karena selama beliau menjabat Bupati Kulon Progo, Yayasan Damandiri mengembangkan Posdaya di semua desa di Kabupaten Kulon Progo membantu pemberdayaan keluarga di Kabupaten yang maju tersebut.

Dalam suasana santai itu ditunjuk kantor yang seperti dulu, hanya pegawai lama sudah pensiun dan pegawai baru, misalnya, Satpam di depan, pasti ragu-ragu karena kurang kenal Prof. Dr. Haryono Suyono yang menjabat Kepala BKKBN selama 17 tahun atau Sestama Dr. Moh Sudharmadi yang menjabat berbagai jabatan penting selama puluhan tahun. Yang pasti sisa-sisa lingkar dalam yang sepuh, pasti sangat kenal dan tetap memberikan penghormatan.

Setelah bercerita secara santai, Kepala BKKBN yang akhir-akhir ini mendapat kunjungan ucapan selamat, para tamu pada umumnya berharap bahwa BKKBN kembali jaya seperti di masa lalu. Beliau menjelaskan bahwa faktor tehnis sebenarnya tidak sulit, tidak banyak berubah dan sangat bisa diselenggarakan dengan baik, tetapi teman-teman di masa lalu memiliki kemampuan komunikasi, keakraban bersama masyarakat dan jajaran luas yang baik dan mampu mendapatkan dukungan budaya yang sangat luas. Karena itu beliau dengan senang hati menerima kami semua, para senior pensiunan, untuk saling berbagi dan bercerita tentang langkah-langkah yang kiranya bisa di pelajari agar kegiatan KKB tetap marak dan memberi manfaat yang tinggi untuk masyarakat pada umumnya dan memberi kontribusi pada kemajuan negara dan bangsa dapat dikembangkan bersama.

Secara spontan beliau menerima tawaran kami untuk membantu dalam bidang komunikasi, informasi dan edukasi, utamanya melalui berbagai saluran, jaringan dan organisasi yang kami pimpin PWRI atau lainnya agar keakraban dengan masyarakat luas dapat dipulihkan kembali.

Beliau juga menerima dengan baik pemanfaatan Peta Keluarga seperti halnya dewasa ini sedang diusahakan untuk mengutip pengalaman BKKBN dan Pemerintah Kabupaten Madiun yang data peta keluarganya sudah dipergunakan untuk kegiatan operasional setelah dikonversi pada data digital dan dipindahkan ke perangkat hp setiap petugas dan Kepala Desa di lapangan. 

Penggunaan Peta Keluarga dalam rangka sinkronisasi dalam bentuk digital di Jatim itu akan segera dimulai dengan restu Gubernur, Tim Penggerak PKK dan jajaran BKKBN Jawa Timur mengacu pada pengalaman BKKBN Kabupaten Madiun. Ada kemungkinan di perluas ke Provinsi DI Yogyakarta yang memiliki nilai TFR 2.1 tetapi perlu upaya lebih gegap gempita memberikan dukungan pada kegiatan terpadu mengantar keluarga yang bahagia dan sejahtera.

Pertemuan yang santai itu diakhiri dengan tawaran Kepala BKKBN untuk mempergunakan ruangan yang selama ini disediakan untuk mantan Kepala BKKBN tetapi kurang dipergunakan karena kesibukan masing-masing kalangan.

Pertemuan yang ceria tersebut dilanjutkan dengan undangan untuk bertemu bersama rombongan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia lengkap dengan Wakil Dekan dan seluruh jajaran Pimpinannya. Suatu kesempatan kangen-kangenan mengingat masa lampau yang sangat akrab bersama kalangan perguruan tinggi berjuang untuk program KKB yang sangat berhasil. Semoga membawa manfaat. Selamat berjuang pak Hasto dan seluruh jajaran di seluruh Indonesia. @red (hs)

495 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!