Kartu Perdana Dihanguskan, KNCI Datangi GraPARI Telkomsel

Sindikat Post, Surabaya – Puluhan pemilik galery (konter) penjual kartu perdana dan Handphone yang tergabung di wadah Komunitas Niaga Celuler Indonesia (KNCI) mendatangi GraPARI kantor pusat Telkomsel Jalan Pemuda Surabaya. Rabu (28/2/2019) sekira pukul 13.00 Wib.

Kedatangan anggota KNCI di GraPARI bertujuan untuk meminta kejelasan (audensi) kepihak manajemen Telkomsel terkait penghangusan jutaan kartu perdana oleh Telkomsel tanpa ada sosialisasi dan pemberitahuan sehingga sangat merugikan pemilik Konter penjual kartu perdana.

Ket : Suasana Audensi Anggota KNCI dengan Manajemen Telkomsel

Dalam kesempatan itu, pihak Telkomsel diwakili oleh Ericson Sibagariang VP Sales & Marketing Area Jawa Bali, Erwin Kusumawan Manager Corporate Communication Area Jawa Bali, Erick Noviantoro GM Sales Regional Jawa Timur, Ainul Hamam GM Customer Service Management Jawa Timur, Erika legal Telkomsel menerima para anggota KNCI diruang lantai 5 gedung GraPARI.

Eko, perwakilan dari KNCI mengatakan tujuan datangnya para anggota KNCI ke GraPARI Telkomsel, “Kartu perdana pulsa data kita semua beli dan sekarang telah ada pembunuhan massal Karena kartu yang dibeli tidak bisa dipakai lagi, bagaimana tanggung jawab dari pihak Telkomsel,” ujar Eko.

Ket : Erika Legal Telkomsel

Sekjen KNCI Jawa Timur Derik, dalam audensi menyatakan bahwa meminta jaminan dari pihak Telkomsel atas kerugian yang dialami para pedagang. “Para pedagang pembeli kartu perdana merasa bingung karena secara tiba tiba tanpa ada pemberitahuan dari pihak provider dalam hal ini Telkomsel menonaktifkan kartu perdana. Tapi anehnya, walaupun nomor dinonaktifkan tidak ada signal tetapi masih bisa di isi pulsa,” ungkap Derik.

“Kita minta kepastian dari pihak Telkomsel, bagaimana nasib kartu yang dinonaktifkan ini, Apakah bisa aktif lagi atau tidak, jika tidak bisa aktif bagaimana nasib para pemilik outlet, mereka beli pakai uang dan sekarang bisa mengalami kerugian hingga milyaran rupiah, tanggung jawab dari pihak Telkomsel bagaimana,” ujarnya.

Pihak manajemen Telkomsel dari bagian Legal, Erika menjelaskan bahwa, menonaktifkan kartu sesuai dengan regulasi pemerintah. “Sesuai surat edaran dari BRTI kartu yang dianggap ilegal, artinya dalam pengisian kartu perdana memakai NIK KTP palsu atau atas nama orang lain tanpa seijin orang itu maka harus dinonaktifkan, pihak Telkomsel taat dan patuh terhadap peraturan Pemerintah,” jelasnya.

Mengenai tidak adanya pemberitahuan atau sosialisasi kepada pedangang terkait menonaktifkan kartu perdana pihak Telkomsel  menjelaskan bahwa sudah mensosialisasikan pemberitahuan itu kepada distributor resmi Telkomsel dan tugas Distributor memberitahukan kepada outlet ataupun pedangang.

Terkait bahwa kartu perdana dinonaktifkan tidak ada Signal salah satu manajemen Telkomsel mengatakan bahwa semua punya mesin mempunyai fungsi masing masing. Dalam penjelasannya, bahwa Telkomsel mempunyai mesin yang mempunyai tugas masing masing, mesin satunya sudah menonaktifkan kartu perdana yang dianggap melanggar regulasi pemerintah, tetapi mesin satunya yakni pengisian pulsa belum berhenti /stop sehingga masih bisa di isi pulsa.

Dari pertemuan antara Pihak Manajemen Telkomsel dan KNCI tidak menghasilkan kesepakatan sehingga KNCI akan memperjuangkan anggotanya yang mengalami kerugian kejalur hukum. @sony

3 Comments on “Kartu Perdana Dihanguskan, KNCI Datangi GraPARI Telkomsel”

  1. Telkomsel memang provider yg paling jelek untuk sekarang ini, paling mahal,paling merugikan sering menjebak para pelanggan.
    Contoh: daftar paket nelpon dimulai harga 2000 dan pada saat didaftar yg terpotong 4000 lebih….jadi kalo orang tidak paham arti kata (dimulai ) itu merugikan pelanggan. itu namanya menjebak pelanggan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *