Jawa Timur Membangun Keluarga Sejahtera

Jawa Timur Membangun Keluarga Sejahtera

Sindikat Post, Surabaya – Dalam acara Dialog Semanggi TVRI di Surabaya yang diantar oleh Haryono Suyono, mantan Kepala BKKBN, sekarang Ketua Tim Pakar Menteri Desa PDTT, hadir Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak di dampingi Ketua Tim Pnggerak PKK Jatim Arumi Bachsin, Aster Kodam V Brawijaya Kol Infanteri Singgih Pambudi Arianto SIP MM, Rektor Universitas Negeri Malang Prof Dr AH Rofiuddin MPd, Kepala BKKBN Provinsi Jawa Timur Yenrizal Makmur dan Wakil Ketua Pertides Pof Dr Teguh Soedarto.

Acara bulanan yang disponsori oleh BKKBN, Yayasan Damandiri dan Kementerian Desa PDTT tersebut membahas pengembangan program KKB dewasa ini termasuk upaya pembangunan desa dan masyarakat desa yang diharapkan menghasilkan keluarga mandiri yang bahagia dan sejahtera.

Secara umum provinsi Jawa Timur, berkat kegiatan yang komitmen sangat tinggi sejak tahun 1970-an, dewasa ini telah mencapai tingkat kelahiran 2,1 anak sehingga secara teoritis telah mencapai keadaan penduduk tumbuh seimbang. Tetapi keadaan ini masih dihantui suasana tingkat kematian ibu hamil dan tingkat kematian anak yang masih belum memenuhi syarat kondisi ideal serta usia menikah yang di beberapa daerah masih rendah, sehingga Jawa Timur, menurut Yendrizal Makmur, Kepala BKKBN Provinsi Jatim, masih labiel, bisa dengan mendadak mengalami peningkatan angka kelahiran kembali.

Oleh karena itu, belaiu sangat berhati-hati dan memelihara kegiatan di wilayahnya dengan usaha yang gigih membendung anak-anak muda tidak menikah dini, di beberapa desa masih terpaksa membentuk Kampung KB seperti halnya kampung itu masih seperti jaman tahun 1970-an dengan tetap rajin mengajak pasangan muda di desa yang sesungguhnya harus memiliki angka kelahiran 2,1 anak secara otomatis dan membudaya, masih harus diajak dengan berbagai motivasi untuk ikut KB.

Namun dengan makin gencarnya upaya pendidikan, kesempatan kerja bagi wanita yang makin tinggi serta gencarnya pembangunan desa di mana anak muda perempuan makin tinggi pendidikannya, bekerja di luar rumah, angka perkawinan usia muda makin menurun, harapannya partisipasi dalam KB akan meningkat.

Hal itu di komentari oleh Wakil Gubernur Jatim Pak Emil dengan cerdas bahwa pembangunan di daerah pedesaan di Jatim selalu mendapat perhatian yang tinggi agar partisipasi kaum perempuan di desa selalu meningkat sehingga semangat untuk sekolah dan menjadi keluarga modern makin bergairah.

Itulah sebabnya peranan para Ibu PKK, yang malam itu diantar oleh Ibu Arumi sangat aktif di desa-desa meningkatkan peran dan partisipasi kaum wanita dengan gigih dalam pembangunan.

Menurut Ibu Arumi selaku Ketua Tim Penggerak PKK selalu mendorong agar partisipasi kaum perempuan makin tinggi dan mendorong anak-anak untuk bersekolah sejak saat yang sangat dini melalui PAUD yang dibangun dan dipelihara dengan baik di desa-desa, suatu bakti sosial sangat tinggi dari kaum ibu yang jadi bahasan yang menarik dalam acara Arumdalu yang populer di TVRI Surabaya tersebut.

Wakil Gubernur dengan runtut memberikan beberan yang menarik tentang pembangunan di daerah pedesaan yang di dukung dengan dana yang melimpah untuk mengembangkan infrastruktur dan masyarakat pedesaan disertai peningkatan partisipasi dalam pendidikan yang tinggi.

Pembangunan yang bersifat menyeluruh itu di Jawa Timur maju pesat sehingga suasana daerah pedesaan mengalami banyak kemajuan termasuk berkembangnya usaha ekonomi desa disertai kesempatan turisme desa yang disertai munculnya aneka kuliner yang dikemas makin modern dengan selera yang makin maju.

Peranan kaum perempuan yang maju ditimpali oleh Rektor Universitas Negeri Malang yang dengan 30.000 mahasiswa setiap tahun menerjunkan sekitar lima ribuan mahasiswanya langsung ke desa membaur dengan masyarakat ikut mendampingi keluarga desa membangun desa dan masyarakatnya. Kegiatan mahasiswa membangun desa itu juga sejalan dengan keterangan Aster Kodam V Brwijaya yang tidak kalah gesit menerjunkan TNI Manunggal membangun desa, sehingga suasana pembangunan di desa tidak aral menunjukkan penurunan tingkat kemiskinan yang lebih cepat dibanding di daerah perkotaan.

Kegiatan mahasiswa dan TNI yang bersama jajaran BKKBN membangun manusia tersebut disambung oleh Prof Teguh dengan penegasan bahwa banyak sekali Perguruan Tinggi yang menjadi mitra Kementerian Desa PDTT tergabung dalam Pertides melalui kegiatan membantu aparat dan masyarakat desa membangun.

Kekompakan itu menurut Rektor Universitas Negeri Malang juga menyangkut penerimaan mahasiswa disabilitas yang diberikan kesempatan mengenyam pendidikan tingkat tinggi sampai menjadi sarjana, suatu kesempatan yang makin diberikan ruang terbuka di negara RI yang sangat kita cintai.

Acara dialog pembangunan itu diakhiri dengan menyanyikan lagu populer oleh seluruh peserta dan penonton ibu-ibu PKK, istri TNI yang hadir serta mahasiswa yang berjubel diantar staf khusus Yayasan Damandiri Dr. Mulyono yang melalui alunan suara merdunya mengiringi seluruh peserta dialog dengan “menyanyi bersama secara beria” mengantar ajakan membangun bangsa dengan gegap gempita, terarah dan berhasil membawa kemakmuran keluarga Indonesia yang siap maju, mandiri dan sejahtera. @red (hs)

296 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!