Jadwal Syuting Padat, Penyanyi Dangdut Nella Kharisma Batal Jadi Saksi di PN Surabaya

Jadwal Syuting Padat, Penyanyi Dangdut Nella Kharisma Batal Jadi Saksi di PN Surabaya

Sindikat Post, Surabaya – Dalam Sidang kasus kosmetik yang ilegal, dengan terdakwa Karina Indah Lestari, batal digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, karena saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko dari Kejati Jatim, yakni Nella Kharisma batal hadir. Selasa (23/07/2019).

Artis dangdut kelahiran Kediri ini telah hadir di PN Surabaya sekira pukul 09.00 WIB. Oleh karena ada jadwal syuting, Nella Karisma kemudian meninggalkan PN Surabaya setelah sebelumnya mengkonfirmasi ke JPU Winarko lewat pesan singkat WA.

“Artis Nella Karisma WA ke Ponsel saya, sudah datang pagi, sekitar jam 08.30 – 09.00 an. Tapi karena ada jadwal syuting jam 12.00, di Surabaya atau daerah Sidoarjo, Terus Nella lalu minta ijin ke saya,” jelas JPU Winarko saat di temui di ruang jaksa di PN Surabaya.

Menurut Winarko, Selain Nella Karisma tidak bisa Hadir, Hakim yang menyidangkan perkara sedang sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya.

“Hari ini Hakimnya juga masih ada sidang di Pengadilan Tipikor. Padahal kemarin sudah saya sampaikan bahwa ada sidang,” Ujar Winarko.

Terkait Via Vallen juga menjadi saksi dalam kasus ini, Jaksa Winarko menyampaikan bahwa yang bersangkutan akan menghadiri sidang yang digelar pada tanggal 29 Juli 2019.

Winarko pun juga menyampaikan, bahwa urgensi dari beberapa saksi yang sudah dipanggil untuk memberikan keterangannya di dalam persidangan, tidak ada kaitannya dengan adanya produk kosmetik tersebut.

“Untuk menjelaskan lebih gamblang itu memang pernah menjadi endorse kosmetik,” ujar jaksa Kajati Winarko.

Perlu diketahui, Pihak kepolisian dari Polda Jatim mengamankan seorang tersangka pelaku pembuat kosmetik yang dinyatakan illegal karena tidak terdaftar di BPOM bernama Karina Indah Lestari.

Bukan hanya ilegal saja, jadi bahan yang dicampur digunakan untuk kosmetik merupakan campuran dari sejumlah merek yang terkenal. Seperti, Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Sabun Papaya, Viva Lotion, Vasseline hingga Salep Sriti. Dari penjualan, pelaku mendapatkan hasil ratusan juta rupiah tiap bulan dari produksi kosmetik ilegal yang dijualnya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Jadi Ancaman yang di jatuhkan hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1,5 miliar. @Budi R

1,023 kali dilihat, 11 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!