Herman Sutjiono Alias Liang, Kurir Sabu 30 Kg Divonis Penjara Seumur Hidup

Herman Sutjiono Alias Liang, Kurir Sabu 30 Kg Divonis Penjara Seumur Hidup

Sindikat Post, Surabaya – Sidang perkara narkotika berjenis sabu dengan terdakwa Herman Sutjiono alias Liang (56) sebagai kurir sabu seberat 30,040 Kg dalam agenda sidang pembacaan putusan (vonis) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Selasa (10/9/2019).

Dalam persidangan, Majelis Hakim Dede Suryaman, SH.MH., memutuskan penjara seumur hidup terhadap terdakwa Herman, Adapun putusan (vonis) tersebut dinyatakan Konform (sama dengan tuntutan jaksa). Pada sidang sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pompy P.A SH., menuntut terdakwa dengan tuntutan hukuman seumur hidup.

Vonis yang dijatuhkan hakim   menguatkan atas tuntutan JPU yang sebelumnya menuntut terdakwa seumur hidup, sesuai dengan perbuatan terdakwa yang melanggar pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika.

Mendengar putusan tersebut, terdakwa maupun kuasa hukunya yakni Drs, Victor A Sinaga.SH, menyatakan pikir pikir, dan berencana akan melakukan perlawanan hukum melalui banding,

Untuk diketahui, bahwa kejadian perkara ini bermula pada 24 Januari 2019 jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta mengungkap kasus penyelundupan 30,040 kilogram shabu-shabu yang dikirim dari Malaysia ke Indonesia.

Barang haram itu disimpan pelaku di dalam lampu downlight sebanyak 22 koli. Saat dilakukan pengecekan menggunakan x-ray, diketahui bahwa benar ada narkotika jenis shabu-shabu di dalam lampu downlight.

Kemudian melalui controlled delivery, pihak kepolisian menangkap tersangka Herman Sutjiono alias Liang sesuai alamat yang tertera di paket, yakni di Ruko Gunung Anyar Jaya No. 52 Surabaya pada hari Kamis tanggal 31 Januari 2019.

Kepada polisi, Herman Sutjiono mengaku terlibat perkara narkoba setelah bertemu Bobby, Lusy dan Saripul Dongoran (semuanya masih buron) di sebuah rumah karaoke.

Dari hasil pertemuan itu, Herman Sutjiono mengaku diberi pekerjaan dengan upah Rp 20 juta oleh Bobby untuk mengirim shabu-shabu asal Malaysia. Barang haram tersebut dikirim dengan menyamarkannya bersama barang berupa lampu downlight.

Sebelum meringkus Herman, polisi menangkap lebih dulu Sonny di Mall Taman Anggrek pada 29 Oktober 2018 kemudian menangkap Herman pada 31 Januari 2019. @budi r.

273 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!