Hasto Wardoyo Kepala BKKBN Sekaligus Pembina Saka Kencana Nasional Letakkan Batu Pembaharuan

Hasto Wardoyo Kepala BKKBN Sekaligus Pembina Saka Kencana Nasional Letakkan Batu Pembaharuan

Kepala BKKBN, Dr. dr. Hasto Wardoyo, SPOG, melihat gedung Saka Kencana di Cibubur yang selama lima tahun ini dibiarkan bobrok, terguncang hatinya, sehingga dengan cara “urunan” sesama simpatisan dikumpulkannya uang untuk merehabilitasi Markas Pramuka Saka Kencana itu.

Pada hari Jumat(13/12/2019) itu dengan penuh prihatin dan rasa haru, batu pertama rehabilitasi itu diletakkan disaksikan Wakil-wakil Saka Kencana dari beberapa Provinsi yang sejak sehari sebelumnya telah berkumpul. Kakak Hasto Wardoyo sebagai Pembina Saka Kencana Nasional di muka para anggota Saka Kencana dari seluruh Indonesia yang berkumpul di Markas Pramuka di Cibubur itu menyatakan bahwa pembangunan generasi muda adalah prioritas yang tinggi, kalau kita ingin maju dan menjadi yang pertama di dunia pada saat Indonesia berusia 100 tahun menatang.

Dari Markas di Cibubur ini, kelompok Saka dari berbagai bidang dapat mengajak anggota Pramuka lainnya dalam berbagai kesempatan berkumpul untuk terjun ke desa, dan kampung-kampung menjadi pelayan generasi muda lain agar menyiapkan diri menjadi pemimpin, dan penggerak inovasi bangsanya menciptakan produk-produk laku jual dan menguntungkan, sehingga bisa menjadi kekuatan daya dorong pembangunan bangsanya. 

Sehari sebelumnya, Prof. Dr. Haryono Suyono, yang bersama dengan Kwarnas Pramuka di jaman itu, Kakak Mashudi mulai menggagas Saka dan membentuk berbagai jenis Saka, ada Saka Kencana, Saka Dirgantara, Saka Tani dan lainnya disiapkan guna membantu anak muda di desa memahami materi, dan menjadi pelopor pembangunan sesuai bidang dan kebutuhan masyarakatnya yang bisa dibantu oleh anak muda lain yang tidak saja menguasai bidangnya tetapi secara “fanatik” dalam bahasa kerennya memiliki “komitmen” sangat tinggi dan sangat mencintai bidang garapannya.

Kakak Mashudi almarhum berhasil membentuk berbagai Saka, dan menjadi bagian dari kegiatan Pramuka yang menonjol karena didukung berbagai Departemen, lebih-lebih pada jaman Kakak Haryono Suyono sewaktu “menjabat Menko Kesra dan Taskin”, berbagai kelompok Saka melalui kesepakatan 17 Menteri Pembinanya menanda tangani “kesepakatan bersama” untuk menugaskan anggota Pramuka, utamanya di koordinasikan oleh kelompok “Saka” siap bersama aparat pemerintah dan masyarakat luas terjun ke desa mengatasi “kelemahan fungsi” atau dengan kata ekstrem “kemiskinan” yang masih di derita keluarga di desa.

Kemiskinan itu menurut UU nomor 10 tahun 1992 atau UU nomor 52 tahun 2009, sesungguhnya adalah karena beberapa fungsi keluarga masih lemah. Karena itu untuk mengatasinya diusahakan agar fungsi yang lemah itu kualitasnya ditingkatkan. Pramuka diajak terjun ke desa membantu keluarga muda mengatasi kelemahan fungsi keluarga yang menyebabkan suatu keluarga masuk kategori miskin atau prasejahtera atau kelompok sejahtera I.

Pada waktu itu fungsi keluarga yang relatif sangat lemah adalah lantai rumahnya dari tanah, tidak memiliki MCK, tidak punya jendela, makan tidak lebih dari dua kali sehati, pakaiannya hanya satu-satunya yang dipakainya, memiliki anak yang tidak sekolah serta yang beragama Islam tidak rajin melakukan ibadah sholat. Dengan dukungan Pramuka dari berbagai kelompok Saka, maka anak-anak yang tidak sekolah didorong untuk sekolah.

Bersama masyarakat para Pramuka ikut dalam Gerakan Aladin, yaitu perbaikan Atap, lantai dan dinding, pembetulan Atap, menyemen lantai dan memperbaiki dinding rumah membuat jendela, sehingga fungsi rumah dengan cepat dapat diperbaiki. Pramuka ambil bagian yang positif dari Penghargaan PBB yang diserahkan kepada Indonesia karena berhasil menurunkan tingkat kemiskinan dari sekitar 30 persen lima tahun sebelumnya menjadi 11 persen pada tahun 1997, suatu prestasi luar biasa yang memaksa PBB mengutus Dirjen UNDP menyerahkan langsung penghargaan itu kepada Presiden RI.

Pak Hasto telah mengambil langkah strategis dengan “menghidupkan” kembali Saka Kencana yang bersama Deputy Ka Kwarnas bidang Pengembangan Saka telah memberikan pelatihan penyegaran yang mudah-mudahan diikuti Kementerian lain, dulu sekitar 17 Menteri, untuk merangsang kembalinya anak muda ke desa yang sekarang terpaksa pindah ke kota untuk mencari pekerjaan.

Dengan kembalinya anak muda ke desa yang sarana dan prasarananya telah dibangun dengan dana desa yang melimpah, anak-anak muda itu dapat diajak dan dirangsang membangun desa seperti kota, “Bangga Suka Desa” mengembangkan desa dalam suasana kota tetapi penuh kedamaian, indah dan sejuk serta memiliki kekayaan sumber daya alam yang dipelihara kelestariannya.

Selamat untuk Kakak Hasto Wardoyo seorang Genekolog, mantan Bupati, yang melahirkan Pemuda siap membangun desa menjadi desa yang subur makmur, penuh keluarga muda yang dinamis, bahagia dan sejahtera. @red (hs)

1,349 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!