Perkara Pembakaran Polsek Tambelangan, Kuasa Hukum Terdakwa Kecewa Sidang Ditunda Tanpa Hadirkan Para Terdakwa

Perkara Pembakaran Polsek Tambelangan, Kuasa Hukum Terdakwa Kecewa Sidang Ditunda Tanpa Hadirkan Para Terdakwa

Sindikat Post, Surabaya – Sidang dalam perkara pembakaran Polsek Tambelangan, Sampang, Madura, dengan terdakwa berjumlah 6 orang, dalam agenda sidang mendengarkan keterangan saksi, yang seharusnya digelar hari ini, Rabu (18/9/2019), karena sesuatu hal, ditunda oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan akan disidangkan hari Rabu mendatang.

Ke-6 terdakwa yakni Hasan Acmad alias Habub Hasan Bin Syarif Mohdar, Ali, Abdul Muqtadir, Satiri, Bukhori alias Tebur dan H. Abduk Rokim tidak dihadirkan di persidangan, dalam arti penundaan sidang hanya dihadiri dua kuasa hukum terdakawa tanpa dihadiri oleh ke-6 terdakwa .

Dalam jadwal Persidangan, semestinya sidang kali ini dalam agenda mendengarkan keterangan ke-4 saksi dari kepolisian, tetapi tidak tampak para saksi hadir didalam persidangan hari ini.

Dikesempatan berbeda, Kuasa terdakwa, Andre Hermawan, SH., ”Sebagai kuasa hukum yang mewakili para keluarga terdakwa merasa sangat kecewa, seharusnya kendati sidang ditunda, seharusnya jaksa menghadirkan para terdakwanya, karena para keluarga terdakwa jauh-jauh dari Sampang sejak pagi menunggu dan membawa bekal makanan untuk para terdakwa, dan saya berharap kedepannya sidang lebih tertib dan tepat waktu,” jelas Andre, Rabu (18/9/2019).

Terkait penundaan sidang tanpa mengahdirkan terdakwa, Agung, SH., yang juga salah satu kuasa hukum terdakwa kepada wartawan media Sindikat Post ikut angkat bicara.

”Seharusnya menurut ketentuan peraturan perundang undangan JPU menhhadirkan para terdakwa dipersidangan, tidak begitu saja asal menunda persidangan, kendati Hakim Majelis mengijinkan sidang ditunda,” terang Agung.

Perlu diketahui, Kendati peran enam terdakwa hanya ikut-ikutan dalam kejadian pembakaran Polsek Tambelangan, ternyata mereka didakwa dengan pasal yang sama dengan ketiga terdakwa yang disidangkan Kejati Jatim sebelumnya, yakni Pasal 200 Ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang kejahatan yang membahayakan keamananan umum bagi orang atau barang. Pasal 187 KUHP tentang Pembakaran, serta Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan. @Budi R.

477 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!