Pemberdayaan Inklusif Bersama Srikandi dan Pesantren

Pemberdayaan Inklusif Bersama Srikandi dan Pesantren

Sindikat Post, Bekasi – Pimpinan Pondok Pesantren At Taqwa dari Babelan, Bekasi KH Amin Noer bin KH Noer Ali dan seluruh pengurus bersama kelompok Srikandi Mandiri yang dipimpin ibu Yuli menyelenggarakan Acara Peringatan Hari Ibu. Sabtu  (22/12/2018).

Kelompok Srikandi Mandiri, mempunyai tekad yang kuat ingin memberdayakan masyarakat miskin dan disabilitas, mendapat dukungan luas, antara lain dari Kementerian Desa dan PDTT, Yayasan Anugerah Kencana Buana, DNIKS, PWRI dan banyak lembaga lain dalam upaya pemberdayaan keluarga.

Upaya ini dimulai beberapa bulan lalu dengan langkah nyata, mengadakan pendataan keluarga binaan melalui lomba rumah dan lingkungan sehat menjelang akhir tahun 2018. Acara lomba yang mendapat dukungan Pesantren At Taqwa dihadiri oleh pengurus kelompok Srikandi secara lengkap.

Lomba untuk mengukur kemajuan keluarga binaan desa, juara 1 dan juara 2 diberikan piala bergilir dari Menteri Desa dan PDTT. Diberikan juga piala tetap sebagai penghargaan atas prestasi secara mandiri keluarga yang memiliki kelengkapan ”Aladin”, atap, lantai dan dinding rumah yang dianggap sehat dan mempunyai MCK.

Lomba ini merupakan sarana bisa berhubungan aktif dengan setiap keluarga di sekitar pesantren dan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan dan kesehatan keluarga, seperti dianjurkan oleh KH Amin Noer, setiap keluarga harus memberi perhatian tinggi terhadap kehidupannya di dunia sementara menyiapkan kehidupan yang lebih lama dan langgeng di akherat dengan pendalaman dan khusuk beragama.

Acara yang dikemas oleh Ibu Yuli dan kawan-kawannya dari Srikandi Mandiri itu dihadiri utusan Menteri dan Sekjen Menteri Desa PDTT, ratusan anggota PWRI DKI Jakarta dan Pimpinan PWRI Pusat, wakil dari DNIKS, dan tamu lain yang peduli terhadap kegiatan sosial ekonomi antara lain kelompok menjahit yang menerima pekerjaan borongan tetapi dikerjakan oleh pekerja inklusif, termasuk warga disabilitas, atau penyandang cacat, menggunakan mesin-mesin otomatis yang sebagian disumbang oleh Kementerian Desa DPTT di Jakarta dalam rangka pemberdayaan masyarakat.

KH Amin Noer agar para santri di pesantrennya lebih aktif dalam gerakan pemberdayaan masyarakat di sekitarnya, menyediakan lahan tidak terbatas kepada masyarakat sekitar pondok untuk menanam tumbuhan kelor. 

Tujuan santri dilibatkan secara aktif dalam gerakan pemberdayaan masyarakat, agar santri mendapat manfaat ganda, setelah tamat dari pesantren, para santri selain memahami agama juga mampu menjadi penggerak pembangunan masyarakat di desanya.@red (hs).

180 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!