Desa Keliling Benteng, Banjar Kalimantan Selatan Membangun Sarana Multifungsi

Desa Keliling Benteng, Banjar Kalimantan Selatan Membangun Sarana Multifungsi

Sindikat Post, Banjar – Dalam ukuran Nasional, apa yang baru dilaporkan oleh Noor Azasi dan H Fauzi, Pembakal atau Kepala Desa dari wilayah di Kalimantan Selatan relatif kecil, namun hingga awal tahun 2018, Desa Keliling Benteng Tengah (KBT), Kecamatan Martapura Barat, Banjar Kalimantan Selatan belum memiliki gedung olahraga. Kondisi ini menyebabkan kegiatan olahraga di desa tersebut tidak berjalan maksimal. Padahal semangat masyarakat untuk berolahraga meningkatkan kesehatan sangat besar. Minggu (30/12/2018).

Sadar mengenai pentingnya kesehatan dan olahraga tersebut, para pemuda dan pemudi Desa Keliling Benteng Tengah Kecamatan Martapura Barat mendorong pemerintah desa menganggarkan pembangunan Gedung Sarana Olahraga Desa pada APBDes 2018 sebesar Rp 150 juta untuk dipergunakan membangun gedung dengan luas sekitar 60 m2 dengan tinggi 3 meter sebagai Gedung Seba Guna. Bagi Desa ini Gedung Megah ini menjadi monumen desa yang belum pernah ada sejak Indonesia merdeka.

Dari video yang disebar luaskan oleh para pemuda dari desa tersebt, Sarana Multifungsi yang sudah berfungsi sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana olahraga dan sarana pembangunan yang bersifat multifungsi, yaitu sarana olahraga, sekligus digunakan untuk kegiatan BUMDes dan pelatihan keterampilan. Berbagai macam kegiatan olahraga bisa dilakukan di gedung tersebut, diantaranya Tenis Meja, Badminton dan Senam. Gedung juga digunakan untuk pelatihan para kader desa, pelatihan menari, menjahit, hingga demonstrasi memasak juga dilaksanakan di gedung yang sama.

Biarpun gedung dibangun dengan dana yang di kota bisa disebut relatif kecil, manfaatnya sangat besar dirasakan oleh warga desa. Masyarakat melakukan olahraga kapan saja. Sarana ini mempermudah masyarakat yang ingin berolahraga tidak harus mengeluarkan biaya yang banyak. Adanya inovasi dalam pembangunan sarana olahraga multifungsi membuat warga desa tidak lagi bermain dijalan karena tersedia lapangan atau gedung yang mencukupi.

H Fauzi, Pembakal/Kepala Desa, Thomi Subarkah selaku Pendamping Lokal Desa dan Hilmah dari Tim Pelaksana Inovasi Desa mengharapkan adanya dukungan permodalan tambahan bagi pengembangan kegiatan usaha BUMDes selanjutnya, utamnya sebagai wahana pelatihan ketrampilan yang menghasilkan sumber daya manusia tangguh yang sanggup ikut membangun desa dan masyarakatnya. @ref (hs).

348 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!