AMP-TKP 2019 Lakukan Investigasi Tuntas Meninggalnya Anggota KPPS

AMP-TKP 2019 Lakukan Investigasi Tuntas Meninggalnya Anggota KPPS

Sindikat Post, Jakarta – Pemilu Tahun 2019 yang telah terselenggara pada tanggal 17 April 2019 menyisahkan tragedi meninggalnya anggota KPPS, Panwaslu, dan anggota kepolisian yang diperkirakan sampai sekarang mencapai 500 orang.

Dengan adanya  Tragedi meninggalnya anggota KPPS yang tidak sedikit itu, sekelompok masyarakat membentuk suatu komunitas untuk membuka penyebab terjadinya tragedi tersebut.

Dengan dimontori Din Syamsudin dan beberapa tokoh nasional, serta masyarakat lintas agama, suku dan profesi membentuk Aliansi Masyarakat Peduli Tragedi Kemanusiaan Pemilu (AMP-TKP) 2019 diJakarta pada tanggal 5 Mei 2019.

Berikut adalah Kerangka Kerja AMP-TKP 2019.

1. Aliansi Masyarakat Peduli Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019 (AMP-TKP 2019) adalah gerakan moral untuk kemanusiaan, bukan gerakan politik kekuasaan.

Karena itu, semua pendukung Aliansi ini mengenyampingkan aspirasi dan
kepentingan politik, dan semata-mata berniat utk berbuat memberi empati
kepada masalah kemanusiaan beserta hak-haknya yg mendasar, serta memberi
solusi utk perbaikan dan kemaslahatan.

2. Terhadap Tragedi Kemanusiaan yg menimpa bangsa pada Pemilu 2019 ini, AMP￾TKP 2019 berjuang bersama elemen-elemen lain yang sepaham dan sejalan untuk adanya penyingkapan tuntas penyebab Tragedi Kemanusiaan tersebut.

Langkah AMP-TKP 2019 adalah mendorong, dan, pada batas tertentu sesuai kemampuan, dapat
melakukan investigasi, terhadap tragedi tersebut, terutama dari sisi akademik, dan sosial kemasyarakatan.

3. Gerakan AMP-TKP 2019 memokuskan perhatian pada:
a) Memberi dorongan moril terhadap pihak-pihak yang berwewenang utk
melakukan investigasi, atau melakukan investigasi parsial sesuai kewenangan
dan kapasitasnya, utk menyingkap faktor penyebab Tragedi Kemanusiaan
Pemilu 2019 dg mengevaluasi proses kerja pelaksanaan Pemilu 2019,

b) Menciptakan public awareness bahwa tragedi tersebut adalah tragedi
kemanusiaan besar dalam sejarah bangsa. Untuk itu diharapkan agar tragedi dapat dicegah dan tidak terulang pada masa mendatang,

c) Membantu keluarga korban utk memperoleh hak-hak mereka, dan
meringankan penderitaan,

d) Bekerja sama dengan semua pihak untuk tujuan yang sama.

4. Gerakan AMP-TKP 2019 bersifat ad hoc.

5. Gerak dan mekanisme kerja Aliansi bersifat kolektif-kolegial.

6. Untuk Jangka Pendek, AMP-TKP 2019 bekerja sama intensif dengan pihak-pihak penyelenggara negara, Komnas HAM, PB IDI, Mer-C, dan pihak-pihak imparsial lain.

7. Dasar gerak: Nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, hak-hak masyarakat sipil, dan mandat dari keluarga korban.

Berikut Susunan Sementara Pengurus AMP-TKP 2019 :

Pengarah
Ketua: M. Din Syamsuddin
Anggota: Fahmi Idris, Amidhan Saberah,
Presidium
1. Iwan Piliang
2. Jose Rizal
3. Teuku Nasrullah
4. Marah Sakti Siregar
5. Siane Indriani
6. Nashirullah Haq

Bendahara : Widya Murni
Wakil Bendahara: Tatat Rahmi

Sekretaris : Ahmadie Thaha
Wakil Sekretaris: Alia Baidhowi

DIVISI-DIVISI
1. Database
2. Medis
3. Bantuan Hukum & Advokasi
4. Pengkajian
5. Hubungan Keluarga Korban
6. Humas & Publikasi
7. Digital Forensik.

Anggota : Ratusan masyarakat dari berbagai lintas agama, suku dan profesi.

AMP-TKP  2019 Lakukan Investigasi Tuntas

Dengan Nama Tuhan Yang Maha Esa
Kami, unsur-unsur masyarakat madani Indonesia lintas agama, suku, dan profesi, dengan ini kami menyatakan hal-hal sebagai berikut.

1. Kematian 573 orang dan jatuh sakit 4.310 orang pada Pemilu 2019 (per 8 Mei 2019, viva.co.id 09/05/2019), yang terdiri atas petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), dan Polisi itu adalah Kejadian Luar Biasa (KLB). Inilah Tragedi Kemanusiaan yang menuntut perhatian, dan keprihatinan kita semua, baik masyarakat maupun (utamanya) Penyelenggara Pemilu,
dan Pemerintah.

Kejadian Luar Biasa berupa Tragedi Kemanusiaan ini telah menimbulkan citra buruk Indonesia di mata internasional, dan menciderai pelaksanaan Pemilu 2019 yang
berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, transparan, dan akuntabel. Lemahnya tindakan pencegahan, dan penanganan terhadap Tragedi Kemanusiaan itu telah menyebabkan korban berjatuhan secara beruntun, masif, dan tragis, serta sangat
memprihatinkan.

2. Tidaklah arif apabila Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu
(Bawaslu), dan Pemerintah menyikapi tragedi tersebut sebagai kejadian biasa. Semua pihak berkepentingan dan berkewajiban untuk memastikan adanya sikap yang jauh dari terkesan mengabaikan dan kurang bertanggung jawab.

3. Sangatlah penting bagi bangsa mengetahui penyebab Kejadian Luar Biasa berupa Tragedi Kemanusiaan tersebut untuk menghindari berkembangnya prasangka yang
tidak perlu, dan agar tragedi serupa tidak terulang pada masa mendatang.
Maka, atas dasar Sila Kedua Pancasila, “Kemanusiaan yang adil dan beradab,”

Kami mendesak pihak-pihak yang berwewenang dan bertanggung jawab untuk melakukan investigasi yang bersungguh-sungguh, mendalam, tuntas, transparan, dan berkeadilan,
serta jujur dan benar.

4. Kami menuntut Penyelenggara Negara untuk secepatnya hadir memberikan respon positif yang nyata terhadap Kejadian Luar Biasa berupa Tragedi Kemanusiaan tersebut melalui Tim Pencari Fakta yang dibentuk dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat madani.

5. Kami meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan atas kemungkinan telah terjadi pelanggaran HAM dalam Kejadian Luar Biasa berupa Tragedi Kemanusiaan pada Pemilu 2019.

6. Kami mendorong seluruh profesi berperan aktif dalam membantu mengungkap Tragedi Kemanusiaan ini dengan memberikan kontribusi positif pada masing-masing bidang
profesi.

7. Kami mengajak segenap elemen masyarakat madani yang cinta keadilan, dan kebenaran, serta peduli kemanusiaan, untuk bersama-sama melalui AMP-TKP 2019 ikut menanggulangi Kejadian Luar Biasa berupa Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019 ini secara tuntas.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWt meridhai langkah kita. @red (rilis AMP-TKP 2019).

567 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!