Ditreskrimsus Polda Jatim Ungkap Tindak Pidana Illegal Fishing Penjualan Benih Lobster

Ditreskrimsus Polda Jatim Ungkap Tindak Pidana Illegal Fishing Penjualan Benih Lobster

Sindikat Post, Surabaya – Unit IV Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim menggelar konferensi pers tentang penanganan tindak pidana perikanan berupa perdagangan benih Lobster Ilegal sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan, dengan 3 tersangka yakni, DPK alias WWN, AHP alias AGT, dan NW alias WJL.

Hadir dalam konfrensi pers, Dirkrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arief Styawan, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol F. Barung Mangera, S.I.K., serta petugas dari Karantina ikan atau Balai KIPM Surabaya I yaitu Wiwit S, Hendri G, serta Fathur Rohman.

Dalam kesempatan itu, Kombes Pol Gidion menjelaskan kronologi penangkapan tersangka, “Pada hari Sabtu tanggal 30 Juli 2019 pukul 00.30 Wib, Satgas Ilegal Fising Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus melaksanakan penyelidikan terhadap aktifitas penjualan terhadap baby Lobster dari Tulungagung ke wilayah Bogor Jawa Barat,” ungkap Gidion.

“Petugas berhasil menangkap tersangka di jalan tol Madiun – Ngawi KM 579 sebanyak 2 (dua) orang pelaku yang membawa 2 (dua) buah paket yang berisi benih lobster sejumlah 10.278 (sepuluh ribu dua ratus tujuh puluh delapan) ekor benih Lobster, terdiri dari 7.300 (tujuh ribu tiga ratus) ekor benih Lobster jenis Pasir, dan 2.978 (dua ribu sembilan ratus tujuh puluh delapan) ekor benih Lobster jenis Mutiara,” tambah Gidion.

“Petugas melakukan pengembangan pada pemilik barang yang beralamat di Prigi Trenggalek, petugas melakukan tindakan di gudang yang di jadikan tempat penyimpanan kolam pengkaran sementara di wilayah Tulungagangung,” lanjut Gidion.

“Modus operandi yang dijalankan pelaku adalah menampung benih Lobster yang di kumpulkan terlebih dahulu dikolam penangkaran, lalu benih Lobster di kemas khusus untuk persiapan proses pengiriman yang menggukan kendaraan dengan tujuan wilayah Jawa Barat, yang rencananya akan di ekspor ke luar negeri,” pungkas Gidion.

Pelaku disangkakan melanggar Pasal 86 ayat (1) jo Pasal 12 ayat (1) dan/atau Pasal 92 jo Pasal 26 ayat (1) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan jo Pasal 55 ayat (1) KUHP. @bertus

998 kali dilihat, 32 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!