Ditkrimum Polda Jatim Ungkap Kasus Pembunuhan Berencana

Ditkrimum Polda Jatim Ungkap Kasus Pembunuhan Berencana

Sindikat Post, Surabaya – Dirkrimum Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setiyawan gelar konfrensi pers terkait Subdit III Ditkrimum Polda Jatim pada tanggal 16 September 2019 telah berhasil ungkap kasus pembunuhan berencana di wilayah hukum Polres Pasuruan atas nama tersangka Jumadi, dkk terhadap korban bernama Ribut Setiawan. Minggu (29/9/2019).

Kombes Pol Gidion menjelaskan kronologi terjadi pembunuhan terhadap Ribut. “Pada tanggal 15 September 2019 Sekira jam 13.00 Wib. Syaiful meminta bantuan kepada Tersangka Jumadi, dkk (Romli, Arifin, Sugianto, Hariyanto, Ferri) untuk menebus atau mengambil sepeda motor yamaha Vixion milik Syaiful ke penggadai, selanjutnya Jumadi dkk berangkat menggunakan mobil Kijang warna biru, dan honda Beat putih. Dalam perjalanan, Syaiful menelpon korban Ribut untuk ketemuan di rumah Dulhadi (penggadai), setelah sepeda motor yamaha Vixion milik Syaiful ditebus, saat itu Syaiful  menyuruh korban Ribut untuk mencari alamat seorang perempuan yang bernama Ayu yang katanya dialah yang menggadaikan sepeda motor yamaha Vixion milik Syaiful,” ungkap Kombes Pol Gidion.

Ket : Barang Bukti

“Karena korban Ribut tidak tahu alamat Ayu, kemudian korban Ribut mengajak tersangka Jumadi, dkk ke kos Edi, namun tidak ditemukan keberadaan Edi. Kelompok tersangka Jumadi, dkk merasa dibohongi oleh korban, kemudian tersangka Jumadi dan Ferri menyuruh untuk menyandera korban Ribut dengan cara korban langsung di tarik, dan dimasukkan ke dalam mobil sambil di pukuli oleh Jumadi, Syaiful dan Ferri,” lanjut Kombes Pol Gidion.

“Kemudian mobil tersebut berangkat ke arah Ds. Ambal-ambil Kec. Kejayan lewat jalur dari Kel. Plintahan ke arah Ds. Durensewu, kemudian ke arah Ds. Jetak dan lanjut ke Sukorejo, Purwosari dan Ds. Puntir kemudian ke Ds. Ambal-ambil Kec. kejayan. Dan pada saat di dalam perjalanan terjadi pertengkaran dan penganiayaan oleh Romli, Jumadi, Arifin, Sugiyanto dengan memukuli korban Ribut menggunakan tangan kosong, dan kunci besi ban mobil, sehingga korban Ribut berontak dan ingin keluar, sampai di daerah Kel. Durensewu, Ribut sempat menendang pintu samping mobil Kijang, sehingga pintu tersebut terbuka, dan saat itu mobil di kejar oleh warga sekitar Kel. Durensewu dengan menggunakan sepeda motor, namun berhasil melarikan diri. Dan saat itu tangan dan leher korban diikat oleh Arifin, Jumadi dan Sugiyanto dengan tali tampar, dan ditarik. Memudian kaki korban diikat oleh Arifin, Romli dan Junadi dengan jaket warna hitam,” tutur Kombes Pol Gidion.

“Sekira jam 22.00 Wib tersangka Hariyanto menghentikan mobil di lahan PT Etika, desa Ambal Ambil Kec. Kejayan Kab. Pasuruan, lalu membuka pintu samping, dan korban Ribut dalam keadaan lemas tak berdaya terjatuh dengan kondisi tangan, leher dan kakinya terikat. Selanjutnya Jumadi, Arifin, Romli dan Sugiyanto turun dan melihat kondisi Ribut tidak bergerak sehingga membuat para tersangka panik, kemudian Hariyanto dan Sugiyanto pergi dengan mobilnya untuk mencari air minum. Dan ketika Jumadi, Arifin, Romli, Sugianto menunggu Hariyanto, tiba tiba ada sorot lampu motor yang membuat tersangka Jumadi, dkk melarikan diri dan meninggalkan korban Ribut sendirian dalam keadaan tangan, dan leher terikat tali tampar, dan kaki terikat jaket, setelah keesokan harinya pada tanggal 16 September sekitar jam 07.00 Wib baru terdengar kabar bahwa ditemukan mayat oleh warga,” pungkas Kombes Pol Gidion.

Dari kejadian itu, pihak kepolisian telah mengumpulkan dan mengamankan beberapa barang bukti yakni, Kaos oblong warna abu abu merk Basic, celana jeans warna biru merk Lea, kaos berkerah warna Hitam milik Korban, celana Jeans warna Biru milik Korban, 1 (satu) buah HP warna putih merk Samsung, 1 (satu) unit Mobil Kijang warna biru nopol No.Pol terpasang N 1510 EU, 1 (satu) unit Sepeda Motor Yamaha VIXION warna Putih, 1 (satu) Unit Sepeda Motor Honda Beat warna merah putih No.Pol N 2146 TBJ, 1 (satu) Unit Sepeda Motor Honda Vario No.Pol N 4606 TCI, 1 (satu) kunci besi ban mobil, 1 (satu) buah tali tampar, dan Rekaman CCTV.

Dari beberapa tersangka pihak Polda Jatim menetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO) yakni, Farhan alias Ferri, Sugiyanto alias SU, dan Hariyanto. Atas perbuatan pembunuhan itu, para tersangka disangkakan melanggar pasal 338 KUHP sub 333 ayat 3 KUHP lebih sub pasal 353 ayat 3 lebih lebih sub Pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP dengan ancaman pidana selama lamanya lima belas tahun penjara. @red (Bertus)

615 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!