Dialog Semanggi TVRI dihadiri BKKBN, Kementerian Desa dan Mahasiswa

Dialog Semanggi TVRI dihadiri BKKBN, Kementerian Desa dan Mahasiswa

Sindikat Post, Surabaya – Dalam acara Dialog Semanggi yang diselenggarakan bersama oleh BKKBN dan Kementerian Desa PDTT melalui TVRI Surabaya Jumat malam 26 Juli 2019, dipandu bersama oleh “presenter amatir terkenal” Haryono Suyono dan Ira, para mahasiswa KKN yang diwakili mahasiswa Universitas Merdeka di Malang, yang diantar oleh Wakil Rektor Dr. Prihat Assih SE MSi dan Prof. Agus Suprapto menyatakan bahwa kesempatan KKN yang sedang dilakukan di desa-desa sekaligus akan digunakan untuk bersama rakyat bersyukur bahwa pembangunan desa dan masyarakat desa telah menambah gairah masyarakat luas.

Dalam suasana peringatan Hari Kemerdekaan kali ini, suasana dan gairah pembangunan rakyat bertambah tinggi, yang mendorong harapan masa depan yang bertambah cemerlang. Suasana dan keadaan ini akan memberi warna tersendiri bagi rakyat menyongsong harapan baru pada saat memperingati Hari Proklamasi nanti. Karena itu para mahasiswa menyatakan kesediaannya ikut membantu dan bersama rakyat mempersiapkan peringatan Hari Proklamasi di desa.

Para mahasiswa akan mendorong masyarakat luas di desa bersyukur dan mempergunakan jalan dan jembatan desa, fasilitas infrastruktur yang telah dibangun dengan dana desa untuk melanjutkan pembangunan dengan semangat tinggi. Masyarakat luas dianjurkan agar fasilitas Posyandu, Klinik Desa, fasilitas air minum, MCK dan PAUD yang dibangun dalam jumlah ribuan unit di desa dipergunakan dengan baik agar kualitas sumber daya manusia secara dini dapat diperbaiki serta disiapkan menjadi sumber daya yang bermutu.

Lebih dari itu, gagasan membangun industri dan perdagangan di desa secara gotong royong akan dibantu dimatangkan melalui pembentukan Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes agar kehidupan rakyat makin bertambah mandiri dan sejahtera.

Bupati Jombang, Ibu Hj. Munjidah Wahab yang mendampingi Kepala BKKBN Jatim Yenritzal Makmur, sungguh sangat berpengalaman dan berjasa dalam pengelolaan program KB sejak di mulainya di tahun 1970. Beliau beberapa tahun menjadi anggota DPRD, kemudian berbagai jabatan penting lainnya sampai sekarang sebagai Bupati, sangat mengetahui bahwa pada awalnya program KB di tolak rakyat karena dianggap mengharuskan sebuah keluarga dibatasi memiliki anak, tetapi kemudian karena tujuannya mengatur dan membantu pemberdayaan keluarga, maka semua daerah bergairah, sehingga pada saat Peringatan Hari Kependudukan Dunia 11 Juli lalu, Kabupaten Jombang termasuk bagian Provinsi Jatim yang dianggap sangat berhasil.

Kalau di Kabupaten lain masih banyak “Kampung KB-nya”, di Jombang tinggal 39 saja Kampung yang sedang digarap KB-nya secara intensip sedang lainnya sudah makin mandiri dan digarap bersama dengan desa lain melalui kucuran dana desa menjadi Desa Mandiri yang berisi keluarga bahagia dan sejahtera dengan berbagai kegiatan pendidikan, wira usaha, seni budaya, olah raga dan wisata yang salah satu karya seninya di sajikan dalam Acara Semanggi TVRI Suraya.

Mengantar acara Dialog yang menarik itu lebih lanjut Kepala BKKBN dengan bangga menyatakan bahwa perkembangan program Provinsi Jatim yang telah mencapai pertumbuhan penduduk tumbuh seimbang memiliki bonus demografi yang siap dilatih menjadi tenaga terdidik dan terampil guna mendorong percepatan pembangunan. Karena itu tenaga muda sebagai sumber daya manusia menjadi perhatian semua kalangan dan mereka dipersiapkan menjadi tenaga yang mampu bergerak cepat dalam proses industri dan perdagangan dalam lingkup lokal, nasional maupun global. 

Pernyataan tersebut disambung Tantyo Sudharmono, Ketua Umum DNIKS, yang sangat tanggap  mempersiapkan perangkat lunak agar para lansia dan anggota masyarakat disabilitas tetap bisa ikut serta dalam perjuangan bangsa dalam era industri 4.0, tidak terbatas karena secara fisik kurang mampu, tetapi siap menggunakan tehnologi Internet IT yang berbagai perangkat lunaknya telah disiapkan oleh lembaga yang dipimpinnya. Suatu terobosan bahwa saudara kita yang disabilitas dapat secara inklusif ikut serta dalam pembangunan yang gegap gempita untuk sebesar-besar kesejahteraan bersama. Insya Allah. @red (hs)

641 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!