Desa Santong Lombok Utara Hasilkan Telur-telur Santong

Desa Santong Lombok Utara Hasilkan Telur-telur Santong

Sindikat Post, Lombok Utara – Menurut laporan Edhie Nusantara kepada Ketua Tim Pakar Menteri Desa PDTT Haryono Suyono, Desa Santong di Lombok Utara menjadi salah satu tempat pengambilan foto selfi anak-anak muda di daerah tersebut. Pasalnya, Desa Santong dikaruniai spot wisata air terjun yang indah dan sejuk. Setidaknya ada empat air terjun yang cukup terkenal di sana, yaitu Tiu Bumbung, Tiu Teja, Sekeper, dan Tiu Sampurarung. Air terjun Sekeper adalah air terjun tertinggi di pulau Lombok dengan ketinggian mencapai 110 meter. Meski medan yang dilalui cukup sulit, para petualang yang pergi ke Lombok pasti akan mencatat Sekeper dalam daftar yang harus dikunjungi.

Desa Santong adalah salah satu dari delapan desa di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Kata santong berarti sepakat, tetapi juga ada yang mengartikannya sebagai pohon bambu. Wilayah ini ditetapkan menjadi desa definitif pada November 1998, tak lama setelah reformasi terjadi. Jauh sebelum terkenal dengan air terjunnya, ada kisah khusus dari Desa Santong ini. Jika datang ke Santong saat ini, tak ada yang bakal percaya kalau dulu area desa ini hanya didominasi oleh sawah kering dan hutan yang tandus.

Seseorang bernama Artim Tahya, pada tahun 1997-1998 berhasil menyulap Desa Santong menjadi kawasan produktif. Kakao, kopi, alpukat, nangka, melinjo, kemiri, vanili dan durian montong tumbuh subur menyokong roda perekonomian warga desa. Tentu saja hal tersebut tidak instan. Artim Yahya tidak sendiri. Dengan kemauan yang kuat, kerja keras dan kekompakan warga desa, Santong menghasilkan produk-produk berkualitas seakan melaksanakan Rema, kebersamaan, Kapi, menata, dan Rapah, musyawarah.

Luas Desa Santong sekitar 800 Ha. Dengan 75 persen wilayahnya berupa sawah, mayoritas mata pencaharian masyarakatnya adalah petani dan pekebun. Luas kebun milik perorangan adalah setengah luas kebun milik rakyat. Artinya, kesejahteraan dari hasil berkebun tidak dimonopoli oleh orang per orang, tetapi dapat dirasakan secara merata. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Santong untuk tahun 2017 disusun dengan dititikberatkan pada bidang pelaksanaan pembangunan sebesar 48%. Artinya, pembangunan sarana dan infrastruktur seperti rabat desa, saluran drainase, talud dan irigasi masih menjadi prioritas utama.

Sadar dengan karakteristik warganya, Dana Desa pun digunakan untuk pemberdayaan masyarakat desa melalui pengadaan ayam petelur 800 ekor, mesin jahit dua buah dan bibit pohon durian sebanyak 250 batang yang diserahkan kepala kelompok masyarakat Desa Santong. Hasil nyata yang sudah dapat dinikmati adalah produksi telur Desa Santong bukan hanya sanggup memenuhi kebutuhan internal desa, melainkan mencukupi kebutuhan telur se-Kecamatan Kayangan dan beberaapa hotel di daerah Senggigi. Para perangkat desa telah merancang pembentukan sebuah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar pendapatan asli desa meningkat pesat dan tidak tergantung dari dana APBN maupun APBD. @(hs)

123 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!