Desa Jayagiri Kab.Bandung Barat Berinovasi Kembangkan Destinasi Alam

Desa Jayagiri Kab.Bandung Barat Berinovasi Kembangkan Destinasi Alam

Sindikat Post, Bandung Barat – Desa Jayagiri yang terletak di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, seluas 946 hektare itu memiliki hamparan persawahan, perkebunan, dan hutan serta kawah Tangkuban Parahu. Arah menuju Kawah Tangkuban Parahu, kurang lebih delapan kilometer adalah rute olahraga hiking paling favorit bisa menjadi tujuan alternatif liburan lebaran tahun.

Sebagai tempat hiburan yang menarik, menurut Gedhe Nusantara pada Ketua Tim Pakar Menteri Desa PDTT, Haryono Suyono, Desa Jayagiri yang pernah dipopulerkan oleh Bimbo lewat lagu “Melati dari Jayagiri”. Lagu ini diciptakan oleh Iwan Abdul Rachman alias Abah Iwan di Gunung Jayagiri pada Maret 1967, sehingga pantas bahwa pada posisinya di jalur menuju Gunung Tangkuban Perahu itu Desa Jayagiri mengembangkan destinasi wisata alam yang indah dan cukup menarik.

Para pecinta hiking dapat menikmati hamparan pohon pinus dan perkebunan teh dalam balutan udara yang sejuk. Hutan Jayagiri masih lebat, rindang, dan asri dengan pepohonan pinus dan pohon-pohon besar lain. Di kawasan hutan itu sudah ada papan-papan petunjuk jalan bagi para pendaki, tempat berlindung, pos jaga, toilet, dan tempat sampah.

Desa Jayagiri yang berdiri pada 1982 setelah pemekaran Desa Lembang. Pemerintah Desa bekerjasama dengan PT Perhutani mengembangkan area hutan desa menjadi destinasi wisata alam sekaligus wahana edukasi kelestarian lingkungan hidup.

Pengembangan pariwisata desa dimulai pada 2015. Warga mengembangan spot-spot wisata, seperti daerah perkemahan, area mancakrida, dan panggung-panggung seni di alam. Pemerintah Desa Jayagiri mengalokasikan Dana Desa 2015 untuk membangun infrastruktur jalan yang lebih baik menuju tempat-tempat wisata.

Wisatawan bisa berkemah, menggelar kegiatan pelatihan, bersepeda, hiking, atau sekedar menikmati alam di wana wisata Jayagiri yang konturnya bergelombang. Sejak tahun 2000, penyuka olahraga offroad sering melintasi jalur itu sehingga warga banyak membuka kios-kios di tengah hutan.

Sejak tahun 2014 perusahaan-perusahaan penyedia jasa wisata menawarkan paket wisata offroad bagi wisatawan dari luar daerah, dan memesan makanan dari kios-kios tengah hutan milik warga Jayagiri. Pada akhir pekan, penyedia jasa wisata bisa membawa 400 orang untuk merasakan pengalaman makan siang di hutan.

Para penyuka sejarah bisa mampir ke taman yang dibangun untuk menandai penanaman pohon kina pertama di Indonesia oleh naturalis, doktor, ahli botani, ahli geologi dan pengarang berkebangsaan Jerman Franz Wilhelm Junghuhn. Peneliti yang lahir 26 Oktober 1809 itu menjadikan Lembang sebagai rumah kedua, dan tinggal di Jayagiri hingga tutup usia pada 24 April 1864.

Berkat inovasi di atas, setiap tahun sekitar 25 ribu wisatawan yang mengunjungi Jayagiri.
Pemerintah Desa mengembangkan potensi wisatanya dengan melibatkan warga, mengingat pengembangan desa wisata membutuhkan upaya berkesinambungan yang melibatkan seluruh komponen. Selain itu model pengembangan desa wisata berbasis pemberdayaan masyarakat yang menitikberatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kepariwisataan paling cocok untuk desa-desa yang mengembangkan pariwisata yang memiliki Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal dan Informal, yang tahun 2016 menjadi percontohan bagi negara-negara di Asia Pasifik. @red (hs)

324 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!