Desa Jambewangi Giatkan Layanan Kesehatan Masyarakat Desa

Desa Jambewangi Giatkan Layanan Kesehatan Masyarakat Desa

Sindikat Post, Banyuwangi – Sungguh sangat membesarkan hati, setelah sekian puluh tahun, berganti kepemimpinan, kelompok PKK di Jambewangi tetap aktif seperti di tahun 1970-an. Laporan Gedhe Nusantara menyatakan bahwa Kelompok PKK Desa Jambewangi memiliki banyak program memelihara dan meningkatkan kualitas dan ketahanan keluarga. Mulai dari penanganan KB, monitoring kesehatan ibu hamil dan melahirkan sampai memelihara anak-anak balita dan pemberdayaan ekonomi, satgas “pemburu” orang sakit, hingga konseling pernikahan yang bertujuan mencegah pernikahan dini guna mengurangi atau menghilangkan kemaitan ibu hamil dan melahirkan, sehingga karena kegiatan tersebut, Desa Jambewangi terpilih mewakili Banyuwangi dalam lomba gerak PKK KB-Kesehatan tingkat Provinsi Jawa Timur.

Desa Jambewangi terletak di Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Semua program itu dilakukan sinergis antaraparat desa, Puskesmas, Babinkamtibmas, dan warga desa. Desa Jambewangi yang semula keadaan KB-nya rendah mendirikan Kampung KB. Kampung KB adalah program sebagai upaya memastikan masyarakat melaksanakan hidup sehat dan sejahtera. Tidak mustahil dengan keterpaduan program yang makin marak, Kampung KB-nya akan segera berubah menjadi Kampung Sejahtera yang mandiri, karena melalui Program Kampung KB telah dijalankan program KB yang meluas kepada peningkatan ekonomi lewat berbagai pelatihan bagi ibu rumah tangga. Ibu-ibu desa diajari mengolah hasil buminya, seperti buah naga menjadi buah kering, daun kelor dibuat biskuit hingga budidaya ikan lele yang ada di pekarangan warga.

Selain itu, sebelumnya dikembangkan program pemburu masyarakat anti sakit (Pemburu Mas), petugas kesehatan proaktif turun ke dusun untuk memantau jika ada warga yang sakit. Kader Pemburu Mas ini melibatkan perangkat desa. Bila warga menemukan orang sakit, mereka akan segera melapor aparat desa. Di desa ada program Stop Kematian Ibu dan Anak (SAKINA), dan Bumil Resti (Ibu Hamil Resiko Tinggi). Para tukang sayur diedukasi mencari informasi Bumil Resti untuk dilaporkan ke desa dan tim medis di Puskesmas. Setelah ketemu, Bumil mendapatkan pendampingan dari petugas hingga melahirkan. Lebih lanjut dari itu, terdapat layanan jemput ke rumah untuk memastikan ibu yang baru melahirkan, bayinya mendapatkan asupan ASI, bahkan ada program menekan kelahiran keluarga sejahtera indah dan harmonis (Terkasih). Inovasi ini bersinergi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) untuk memberikan konseling bagi setiap calon pengantin sebagai syarat administrasi pernikahan.

Secara umum program tersebut cocok dengan disegarkannya program BKKBN dengan logo baru.Ternyata partisipasi masyarakat terjalin antara lembaga di tingkat desa dengan sangat bagus. Apalagi kegiatan ini melibatkan pemerintah dan masyarakat dalam memberikan layanan, termasuk partisipasi lembaga swasta seperti PKK dan Posdaya di desa-desa. Akan sangat indah dan efektif apabila mahasiswa KKN juga dilibatkan di masa depan. @red (hs)

418 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!